Stok Sembako Pelalawan Aman, Kenaikan Bulan Ramadhan Dianggap Lumrah

Redaksi Redaksi
Stok Sembako Pelalawan Aman, Kenaikan Bulan Ramadhan Dianggap Lumrah
ist.net
Pasar Sembako
PKL.KERINCI, riaueditor.com - Hasil pemantauan dan pengamatan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pelalawan, ketersediaan Sembako di pasaran dapat dikatakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya untuk keperluan Hari Raya Idul Fitri 1436 H.

"Bulan ini kenaikan harga hanya terdapat pada 3 item, sementara pada awal Ramadhan lalu kenaikan harga terjadi pada beberapa jenis bahan pokok, namun hal itu dinilai wajar dan dapat diterima masyarakat," kata Kepala Seksi Pengadaan Barang Disperindag Pelalawan Kastan, Kamis (9/7/2015) di ruang kerjanya.

Menurut Kastan, dua pekan terakhir kenaikan harga terjadi pada harga telur ayam kampung dari Rp.50 rb/Kg menjadi 60 rb/kg atau berkisar 16.6 %, harga udang sungai dari Rp.80 rb/Kg menjadi Rp.85 rb/Kg dan harga minyak goreng kemasan Bimoli dari Rp.14 rb/liter menjadi Rp.15 rb/liter.

Sementara, data per tanggal 26 Mei sampai 1 Juni lalu tercatat kenaikan harga barang hampir merata di seluruh jenis barang, seperti harga Beras jenis anak daro dari Rp.12,5 rb/Kg naik menjadi Rp.13 rb/Kg. Merk Belida Rp.10,5/Kg naik menjadi Rp.11 rb/Kg. Harga Gula putih naik dari Rp.12,5 rb/Kg menjadi 13 rb/Kg.

Pada awal puasa kemaren, harga daging sapi naik dari Rp.100 rb/kg menjadi Rp.110 rb/kg, daging ayam broiler naik dari Rp.23 rb/kg. Kenaikan harga merambat ke bumbu masakan, seperti cabe merah keriting dari Rp.28 rb/kg, cabe rawit kampung dari Rp.26 rb/kg dan cabe rawit hijau Rp.28 rb/kg semua jenis naik menjari Rp.30 rb/kg.

Lonjakan harga tertinggi terjadi pada bawang merah, dari Rp.32 Rb/Kg menjadi Rp.40 rb/kg atau sekitar 27,2 %. Sementara bawang putih dari Rp.20 rb/kg menjadi Rp.24 rb/kg.

"Ini Lumrah, masyarakat bisa menerima kalau kenaikan harga pada sebelum Ramadhan dan pada bulan Ramadhan. Tapi setelah lebaran nanti harga kembali normal," terang Kastan.

Saat disinggung berapa stok ketersediaan sembako, Kastan mengaku tidak memiliki data pasti, pasalnya Disperindag tidak memiliki wewenang mendata Stok ditiap distributor.

"Tanggung jawab kami tidak mengukur takaran. Hanya sebatas memantau harga barang, kebutuhan masyarakat dan pelaku pasar yang menyimpang," terang Kastan. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini