Selama Kabut Asap Sektor Pertanian Meranti Tetap Aman Terkendali

Redaksi Redaksi
SELATPANJANG, riaueditor.com - Meskipun kabut asap melanda wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti diiringi masuknya musim penghujan, pembangunan di sektor pertanian di daerah ini belum menemui berbagai kendala-kendala yang bersifat teknis. Kendati begitu, pembangunan di sektor ini tetap membutuhkan sinergitas antara stakeholders terkait.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kepulauan Meranti, Yurlian Norwis kepada riaueditor.com, Selasa (27/10) di ruang kerjanya menuturkan, selama berlangsungnya kabut asap, sektor pertanian tetap aman dan terkendali.

Yurlian menyebutkan, perlu prioritas untuk menjalankan kegiatan program unggulan serta keterpaduan pengawasan pembinaan yang berkelanjutan dalam rangka peningkatan produksi beras tahun 2015. Selain itu perlu juga  kerjasama yang baik dalam prioritas kebutuhan beras.

Dikatakan Icut, sapaan akrab Yurlian Norwis, di usia Kabupaten Kepulauan Meranti yang sudah memasuki tahun
ke enam, Pemkab sudah banyak berbuat untuk kepentingan dan kemajuan masyarakat, khususnya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan keluarga.

"Saya pribadi maupun atas nama Pemerintah Kebupaten Kepulauan Meranti, mengucapkan selamat dan apresiasi yang tinggi terhadap momentum kegiatan penanaman padi serta geliat para petani untuk meningkatkan
produksi beras kita, hal ini juga sebagai wujud peduli masyarakat pertanian dalam menciptakan ketahanan pangan daerah, sehingga cita-cita ke depan kita bisa swasembada pangan," kata Icut.

Adapun permasalahan teknis yang mendasar dalam pengembangan sektor pertanian, antara lain infrastruktur, seperti tanggul pengaman di sungai, pintu klip saluran tersier, jalan usaha tani, teknologi spesifik lokal dan sarana produksi yang belum memadai. Namun itu semua bisa ditutupi dengan keuletan para petani.

"Secara ekonomi, tingkat pendapatan petani masih rendah, modal usaha masih lemah dan secara sosial belum maksimalnya fungsi dan peran kelembagaan tani di desa-desa, serta sumber daya manusia masih perlu
ditingkatkan," ungkapnya.

Sejalan dengan Visi Kabupaten Kepulauan Meranti menjadikan Kepulauan Meranti sebagai kawasan niaga yang maju dan unggul menuju masyarakat Madani, sektor pertanian, peternakan dan perikanan mempunyai potensi dan peluang besar ke depan dalam mengangkat isu kemiskinan.

Pemerintah melalui kegiatan pertanian dapat memahami persoalan-persoalan mendasar di tingkat lapangan dan dapat memberikan solusi terbaik untuk peningkatan produksi beras, ternak, dan ikan yang akhirnya cita-cita swasembada pangan daerah dapat terwujud diiringi dengan peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan.

Jika dilihat dari rencana luas penanaman padi sawah tahun 2013 lalu, hingga 2015 luas lahan pertanian padi di Meranti mencapai 3.150 hektar dengan rencana produksi tanaman padi sawah sebanyak 12.600 ton pertahun. Rencana ini ke depan diharapkan dapat lebih ditingkatkan, sehingga produksi beras meningkat dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

"Bahkan nantinya kita tidak perlu lagi memasok beras dari daerah lain. Ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan ekonomi dan taraf hidup masyarakat petani di Kabupaten Kepulauan Meranti,"
ujar Kadis.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan masyarakat petani, selayaknya memberikan apresiasi positif atas adanya kerjasama antara pemerintah daerah dan pusat. "Sehingga kita dapat bersinergi dalam beberapa program yang dapat kita rasakan, kelak nantinya dapat dimanfaatkan dengan lebih baik,"
kata Icut lagi.(azw)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini