Ratusan Massa AFPK Unras Menuntut Alfamart dan Indomaret Ditutup

Redaksi Redaksi
Ratusan Massa AFPK Unras Menuntut Alfamart dan Indomaret Ditutup
JUL/RE
Ratusan pedagang Aliansi Forum Pedagang Kecil AFPK) Rabu (22/1) mendatangi Kantor Bupati Pelalawan. Mereka secara tegas menuntut agar Pemkab Pelalawan bisa menutup Indomaret dan Alfamart
PELALAWAN, riaueditor.com - Ratusan pedagang yang tergabung dalam Aliansi Forum Pedagang Kecil AFPK) Rabu (22/1) mendatangi Kantor Bupati Pelalawan. Mereka secara tegas menuntut agar Pemkab Pelalawan bisa menutup keberadaan minimarket Indomaret dan Alfamart yang akan merugikan bagi para pedagang kecil.

Korlap demo, Tengku Anwar, pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa selama ini para pedagang tak pernah melakukan demo pada siapa saja investor yang masuk ke daerah ini. Sebut saja misalnya para pedagang Tionghoa yang membuka dagangannya di sini.

"Tapi sejak ada minimarket itu, baru kali ini kami melakukan demo untuk menuntut agar keberadaan Indomaret dan Alfamart bisa ditutup. Di kota-kota lain juga keberadaan mereka selalu dipersoalkan bagi pedagang kecil, karena mereka menjual barang lebih murah dari harga yang normal," ungkapnya.

Selaku perwakilan para pedagang, Tengku Anwar, mengaku kecewa karena mereka tak bisa menjumpai langsung Bupati Pelalawan. Namun dihadapan Asisten 2 Setda Pelalawan, Atmonadi, yang menerima kehadiran para pendemo di halaman Kantor Bupati Pelalawan, Tengku Anwar membacakan dua point penting tuntutan mereka.

"Pertama, kami menginginkan agar Bupati Pelalawan dapat menutup keberadaan Indomaret dan Alfamart serta usaha-usaha sejenis yang bersifat kapitalis karena dapat merusak usaha-usaha kecil yang ada di daerah ini. Untuk itu, kami meminta tenggat waktu pada Bupati Pelalawan agar bisa mengabulkan keinginan kami itu sampai tanggal 31 Januari," tandasnya.

Selain itu, sambungnya, pihaknya juga meminta agar Bupati Pelalawan bisa memberi ruang dengan membina usaha-usaha kecil yang ada di daerah ini agar dapat berkembang serta nantinya mampu meningkatkan perekonomian rakyat.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Pelalawan HM Harris yang diwakili Asisten 2 Setda Pelalawan, Atmonadi, mengatakan bahwa pihaknya akan mengupayakan agar para pendemo bisa bertemu dengan Bupati Pelalawan untuk membicarakan soal ini.

Karena para pendemo tak mau diajak masuk untuk berdialog dan hanya memaksa ingin bertemu dengan Bupati Pelalawan, akhirnya para pendemo hanya membacakan tuntutan mereka saja kemudian menyerahkan keinginan mereka tersebut pada Asisten 2 Setda Pelalawan.

Dan mereka berjanji bahwa minggu depan akan kembali mendatangi Kantor Bupati Pelalawan untuk bertemu langsung dengan orang nomor satu di daerah ini guna membahas soal keberadaan minimarket yang dinilai telah meresahkan para pedagang kecil.(JUL)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini