Peringatan Hari Anti Korupsi Internasional, Wujudkan Integritas Ala PLN

Redaksi Redaksi
Peringatan Hari Anti Korupsi Internasional, Wujudkan Integritas Ala PLN
PEKANBARU, riaueditor.com - Peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) yang jatuh pada Jumat (9/12/2016), menjadi momentum bagi PLN untuk terus menguatkan integritas sebagai salah satu nilai perusahaan, Kamis (8/12/2016).

Implementasi PLN Berintegritas merupakan bentuk komitmen PLN untuk menjalankan proses bisnis kelistrikan yang bebas dari korupsi.

Upaya penguatan integritas di lingkungan PLN sudah digalakkan sejak 2012 melalui berbagai program PLN Berintegritas berbasis 4 (empat) pilar, yakni Partisipasi, Integritas, Transparansi dan Akuntabilitas. Keempatnya dikenal dengan istilah PITA. Melalui pilar ini, PLN senantiasa menjalankan bisnis dan pelayanan pelanggan yang bebas dari korpusi.

Termasuk dengan adanya reformasi pelayanan melalui Contact Center PLN 123 atau CC PLN 123 yang memudahkan pelanggan untuk mengakses layanan maupun pengaduan ke PLN, tanpa harus datang langsung ke kantor PLN. CC PLN 123 dapat diakses melalui website www.pln.co.id; call center (kode area)123; email pln_123@pln.co.id; facebook PLN 123; atau twitter @pln_123.

Pelayanan tanpa tatap muka dengan petugas PLN ini diharapkan dapat menekan potensi adanya percaloan, pungutan liar dan suap yang membebani masyarakat.

PLN juga turut berpartisipasi pada Festival Hari Anti Korupsi Internasional yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dengan tema “Bersih Hati, Tegak Integritas, Kerja Profesional untuk Indonesia Tangguh,” kegiatan tahunan ini diselenggarakan di Pekanbaru pada 8-10 Desember 2016.

Ketua KPK, Agus Raharjo, dalam sambutan pembukaan kegiatan ini menyatakan bahwa  peringatan hari anti korupsi di Indonesia dimulai pada 2006. Untuk tahun ini adalah kegiatan pertama yang diselenggarakan di luar pulau Jawa.

Dalam rangka untuk terus memperbaiki layanan kepada masyarakat KPK akan meluncurkan 4 aplikasi yaitu : jaga rumahku, jaga sekolahku, jaga rumah sakitku dan jaga perijinanku.

Tujuannya adalah agar semua layanan publik semakin transparan dan terkontrol dengan baik. "Mari kita bersama-sama berkomitmen untuk terus memperbaiki layanan publik dan mewujudkannya dalam kegiatan sehari-hari. Sehingga dapat membawa bangsa Indonesia sejahtera secepat-cepatnya," tegasnya.

Pada event ini PLN bekersempatan untuk memamerkan berbagai program anti korupsi yang terus dikembangkan, antara lain seperti Agent of Change dan kegiatan Multistakeholder Forum. Hal ini merupakan cerminan dari pilar PLN Berintegritas, yaitu Partisipasi.

Agent of Change adalah kegiatan internal PLN untuk mengajak pegawai PLN mempelopori terlaksananya program PLN Berintegritas di unit masing-masing.

Saat ini jumlah change agent mencapai 5.300 orang. Seluruh change agent ini harus mengikuti In House Training PLN Berintegritas untuk selanjutnya mengimplementasikan di kegiatan sehari-hari.

PLN juga aktif mengajak seluruh stakeholder untuk berdialog melalui kegiatan  Collective Action dan Multistakeholder Forum. Melalui kegiatan rutin ini diharapkan dapat membangun kesamaan pemahaman dan tujuan demi menegakan integritas PLN dan stakeholder.

Pada 2016, PLN juga mengembangkan sistem e-gratifikasi atau diberi nama Compliance Online System (COS) untuk prosedur laporan gratifikasi di lingkungan PLN. Aplikasi ini dapat diakses melalui jaringan intranet http://10.1.8.231/cos untuk melaporkan sekaligus mengidentifikasi adanya gratifikasi, baik legal maupun ilegal.

Selanjutnya, untuk pilar Transparansi dibuktikan melalui penghargaan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yang berhasil diperoleh PLN selama 3 (tiga) tahun berturut-turut sejak 2013. Pencapaian ini merupakan prestasi bagi PLN yang telah menjalankan kewajiban sebagai badan publik, melalui pengelolaan dan dokumentasi informasi publik yang transparan.

Dari sisi pelayanan, pelanggan juga dapat memantau proses layanan di PLN secara transparan melalui website PLN.

Upaya peningkatan integritas juga dilakukan melalui Call Back Center, dimana PLN secara acak menghubungi pelanggan untuk menkonfirmasi mengenai pelayanan yang telah diberikan, termasuk jika ditemukan adanya pencaloaan atau pungutan liar (pungli). Hal ini dilakukan untuk memastikan pelayanan yang diberikan kepada pelanggan PLN bebas dari korupsi ataupun pungli.

Integritas adalah bagian dari proses bisnis PLN sehingga harus dilaksanakan oleh pegawai demi mewujudkan kerja profesional demi Indonesia tangguh. (rls)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini