Pelaku UKM Curhat Bayar Bunga 20 Persen Pada Koperasi Tuyul

Redaksi Redaksi
Pelaku UKM Curhat Bayar Bunga 20 Persen Pada Koperasi Tuyul
rls
Pertemuan Pj Bupati Kabupat Kepulauan Meranti, H Edy Kusdarwanto dengan pengeloa Koperasi Se-Kabupaten Kepulauan Meranti, bertempat di Aula Bupati, Selasa (11/10).
SELATPANJANG, riaueditor.com - Kepada Pj Bupati Kapulauan Meranti, H Edy Kusdarwanto menceritakan nasib pengusaha di Kabupaten Meranti kesulitan mendapat pinjaman dengan bunga ringan. Sehingga dengan terpaksa pengusaha terpaksa menggunakan jasa renrenir dengan dalih koperasi menetapkan bunga hinggga 20 persen.

" Akibatkan usaha bukannya malah berkembang tapi justru pelaku UKM dan UMKM terjebak dalam praktek koperasi `tuyul` yang tidak ada habisnya," demikian diungkapkan salah seorang pelaku UKM dan UMKM, Sukamto dari Koperasi Puja Kesuma Sejahtera Rangsar Pesisir dalam pertemuan antar pengelola koperasi se Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (20/10).

Permasalahan yang dihadapi oleh UKM dan UMKM ini dikarenakan tidak jalannya Unit Koperasi Simpan Pinjam khususnya dipedesaan dan juga kurangnya pemahaman dari pelaku usaha untuk mendapatkan kredit ringan di Bank. Menyikapi hal tersebut Pj Bupati didampingi Kadisperindag, Koperasi dan UKM, Drs. Syamsuar mengaku memahami apa yang dihadapi pelaku usaha. Pihaknya juga berjanji akan memfasilitasi antara pelaku usaha dengan Bank untuk mendapatkan kredit ringan, salah satu Bank yang akan diajak bekerjasama yakni Bank Riau.

" Dipilihnya Bank Riau untuk menyalurkan kredit ringan kepada pelaku UKM karena sebagai Bank daerah yang menghimpun uang Pemda diharapkan dapat melakukan ekspansi kredit ringan dalam membantu meningkatkan ekonomi rakyat. Terkait kredit dengan bunga ringan akan diupayakan dengan memfasilitasi melalui Bank Riau," kata Pj Bupati menyikapi persoalan pelaku usaha.

Meski begitu, diungkapkan Pj BUpati, untuk lebih memudahkan simpan pinjam dalam mengembangkan usaha diharapkan Koperasi Simpan pinjam yang ada di Kabupaten Meranti yang tersebar hingga ke pedesaan dapat menjalankan fungsinya dalam membantu anggota, bukan saja memberikan kemudahan pinjaman tapi juga dapat mensejahterakan anggota melalui keuntungan.

" Kepada anggota koperasi jangan hanya mau meminjam saja tapi juga menyimpan uang di koperasi," ajak Pj. Bupati.

Saat ini jumlah koperasi aktif yang ada di Kabupaten Meranti berjumlah 112 Koperasi, jika saja sebagian besar koperasi yang ada dapat memanfaatkan potensi daerah yakni mengembangkan usaha Sagu diyakini akan meraih keuntungan dan mampu mensejahterakan anggotanya. Pj Bupati juga berkeinginan untuk membentuk koperasi yang dikelola oleh masyarakat yang bergerak dibidang budidaya Sagu, untuk mendukungnya Bupati akan mencoba mencari lahan melalui Dinas Kehutanan Meranti dan meloby ke Kementerian, lahan tersebut akan dijadikan tempat budidaya Sagu sekaligus pabrik pengolahan.

" Saya berkeinginan potensi Sagu Meranti yang berkwalitas nomor satu dapat dikembangkan untuk membangun ekonomi masyarakat Indonesia yang dimulai dari Kabupaten Meranti," harapnya.

Untuk melindungi usaha kecil masyarakat, Pj Bupati juga berjanji akan membatasi pendirian Mini Market 24 jam yang notabene bisa membunuh usaha retail kecil masyarakat.

" Selain itu juga pendirian Mall yang hanya memberi keuntungan pada pengusaha bermodal besar," ungkapnya. (rls)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini