Panen Raya, Bupati Launching Beras Siak

Redaksi Redaksi
Panen Raya, Bupati Launching Beras Siak
Bupati Siak Syamsuar melakukan Panen Raya

SIAK, riaueditor.com – Bupati Siak Drs H Syamsuar, M.Si Selasa (17/12) kemarin secara resmi melaksanakan Launcing Beras Siak dan panen raya tahun 2013 yang di pusatkan di Desa Bungaraya Kecamatan Bungaraya.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan, Pemerintah Kabupaten Siak sangat tinggi memperhatikan pertanian tanaman pangan, mulai dari menanam hingga mengawalnya sampai mereka panen. Maka dengan adanya panen raya yang dilaksanakan di Kecamatan Bungaraya periode tanam September-Desember sekaligus melaksanakan Launcing beras Siak tentunya akan menjadi momen khusus dalam ketahanan pangan di Kabupaten Siak," ujar Bupati.

Menurut Bupati, secara produksi Kabupaten Siak kini sudah mampu meningkatkan Produksi pangan yang cukup besar akan tetapi secara penanganan hasil produksi beras masih rendah, karena itu, kita minta peran BUMD untuk ikut andil dalam penanganan hasil produksi beras para petani.

"Kalau pengusaha dari medan mampu membeli padi petani dengan harga tinggi kenapa pengusaha kita belum mampu, inikan tentunya harus kita pikirkan, sebab ini adalah modal bagi Pemerintah untuk meningkatkan pangan di Kabupaten Siak," terang Bupati.

Selain itu semangat para petani kita cukup tinggi, namun kita masih melihat ada sisi kelemahan dalam penanganan terutama yang berkaitan dengan pasar.

Bupati meminta dengan meningkatnya hasil produksi beras kita tidak boleh lupa untuk mensyukuri terhadap nikmat ini, dan jangan lupa membayar zakatnya, sebab hal ini merupakan bagian dari mensyukuri nikmat, jelas Bupati mengingatkan.

Kepala Dinas Pertanian Holtikultura Ir Hj Robiati MP mengakui pihaknya terus berupaya meningkatkan hasil produksi pangan. Pola tanam saat ini yang dilakukan oleh para petani masih menggunakan pupuk jenis urea dan TSP. Untuk itu agar hasil produksi padi bisa bagus harus di dorong oleh pupuk jenis KCL, katanya.

"ini yang masih sangat minim, karena pupuk subdsidi yang ada hanya jenis urea dan TSP sementara jenis KCL para petani membeli sendiri dengan harga non subsidi," katanya.

Dan saat ini kita masih kekurangan pupuk jenis KCL, kedepan harus kita pikirkan agar hasil petani kita bisa terus meningkat dan bobot beras juga meningkat, kalau kita melihat hasil produksi panen untuk tahun 2012 lalu terjadi peningkatan produksi 17,78 persen, hasil ubinan (meter persegi) 7,2 jadi perhektar bisa mencapai 7,2 sampai 10 ton, dan pada tahun 2013 ini terjadi peningkatan 14 persen dari 17.78 persen.

Oleh karena itu, kerjasama dari gapoktan dan petani menjadi harapan bagi Pemerintah Kabupaten Siak dan semua pihak ,karena itu dengan peningkatan hasil produksi yang kini harga padi kering sawah 3,7 juta, berarti persaingan pasar dapat memberikan keuntungan bagi para petani, terangnya.(Ad)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini