Paket Kiriman Hilang, JNE Enggan Ganti Rugi

Redaksi Redaksi
Paket Kiriman Hilang, JNE Enggan Ganti Rugi
ilustrasi.net
PEKANBARU, riaueditor.com - Seorang konsumen jasa pengiriman paket Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) merasa kecewa dan sangat dirugikan, karena paket kirimannya hilang. Namun, pihak JNE menolak untuk memberikan ganti rugi senilai barang tersebut.

Ny Elis Masyitoh, konsumen pemilik paket merasa kaget, jika Kamis (06/2) dirinya diberitahukan bahwa paket miliknya hilang. Padahal paket itu telah dia kirimkan sejak Senin (27/1) siang dari Pekanbaru tujuan Palembang menggunakan jasa pengiriman JNE.

"Padahal paket itu isinya hanya pakaian pesanan pelanggan, yang saya kirim lewat JNE. Pelanggan saya beberapa hari ini bolak balik telepon ke saya menyatakan jika barang belum juga sampai. Namun, hari ini pihak JNE dengan santainya dan tanpa merasa bersalah menghubungi saya dan mengatakan kalau paket itu telah hilang," kata Elis.

Saya langsung kaget ketika disebutkan bahwa paket yang saya kirim hilang begitu saja. Saya juga merasa sangat dirugikan dengan hilangnya paket tersebut. Apalagi pihak JNE hanya mau memberikan kompensasi senilai 10 kali lipat dari harga pengiriman barang dan tidak bersedia membayar nilai barang.

"Isi didalam paket itu hanya pakaian seharga Rp 300 ribu. Sedangkan harga pengiriman paketnya Rp 18 ribu. Kalau pihak JNE mengganti 10 kali lipat dari ongkos kirim, artinya hanya Rp 180 ribu. Saya ya rugi," ujar Elis.

Kalau sistemnya seperti ini, sambung Elis, semua konsumen pasti dirugikan. Inikan kesalahan mereka. "Bagaimana kalau nilai barang yang ada di dalam paket itu hingga jutaan rupiah,?" tanya Elis kesal.

Terkait permasalahan ini, Elis juga berencana untuk melaporkan kasus kehilangan paketnya ini ke pihak kepolisian agar kedepannya tidak ada lagi yang menjadi korban seperti dirinya.

"Saya berencana melaporkan permasalahan ini ke pihak kepolisian. Harapan kita, harus ada pengusutan tuntas, siapa sebenarnya dalang yang telah menghilangkan atau mengambil barang tersebut. Kalau di diamkan saja seperti ini dan tanpa ada pengusutan berarti kita membiarkan adanya tindak kejahatan dalam pengiriman paket," tandas Elis.

Ditempat terpisah pihak JNE yang dikonfirmasi Riaueditor, Kamis (06/2) siang, membenarkan adanya kasus kehilangan barang paket itu. Menurut Didik Mahendra Bagian Operasional JNE di Pekanbaru, pihaknya bersikeras untuk tidak akan memberikan ganti rugi senilai barang dalam paket yang hilang itu.

"Aturannya yang kita terapkan ya memang begitu. Kita hanya akan mengganti sebanyak 10 kali dana pengiriman paket," ujarnya.

Dijelaskannya, jika paket yang hilang itu bukannya hanya milik Ibu Elis, semuanya ada satu karung paket dengan tujuan Jakarta dan Palembang yang hilang. Pihaknya mengirim paket tersebut menggunakan pesawat Citylink.

"Kita juga sudah menelusuri, ternyata memang benar paket kami tak sampai ke Jakarta, ternyata didistribusikan ke daerah lain. Memang kami juga belum melapor polisi," katanya.(dm)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini