PT. NSP Tanam 15 Hektare Jagung Pipil di Kepau Baru

Redaksi Redaksi
PT. NSP Tanam 15 Hektare Jagung Pipil di Kepau Baru
TEBING TINGGI TIMUR, riaueditor- PT. Nasional Sago Prima (NSP) melakukan penanaman bibit jagung pipil, kamis (24/4). Penanaman tersebut diperuntukkan bagi masyarakat di Kepau Baru, khususnya Dusun 3 Desa Kepaubaru, Kecamatan Tebing Tinggi Timur.

Usai penanaman bibit secara simbolis, General Manager PT NSP, Erwin Thaib menyebutkan, penanaman tersebut dilakukan seluas 15 hektar.

Hadir dalam penanaman tersebut, Bupati Kepulauan Meranti, Drs. Irwan, M.Si, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Ir. Maamun Murod, MM, MH, Kepala Dinas Peternakan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan (DPPKP), Yulian Norwis SE, MM, Camat Tebing Tinggi Timur, Helfandi SE, M.Si dan manajemen PT. NSP serta masyarakat Desa Kepau Baru dan Teluk Buntal.

"Untuk tahap awal sudah terbentuk dua kelompok berjumlah sebanyak 16 kepala keluarga (KK) yang umumnya bermukim di Dusun 3 Desa Kepau Baru dengan luasan 15 hektare lahan masyarakat. "Sementara untuk tahap selanjutnya kita juga akan membantu masyarakat lainnya di Desa Kepau Baru dan Desa Teluk Buntal, Kecamatan Tebing Tinggi Timur dengan
catatan penanaman bibit jagung melalui kelompok," kata Erwin.

GM PT. NSP membeberkan total luasan kebun jagung yang akan dibangun oleh perusahaan sagu itu. "Nantinya ditargetkan hingga mencapai 200 hektar. Bantuan tersebut akan difokuskan kepada masyarakat yang menjadi dampak kebakaran lahan yang telah terjadi beberapa waktu
lalu," ujar Erwin lagi.

Lebih jauh dijelaskan, bantuan dalam program pemberdayaan ekonomi itu dijalankan dengan model pendampingan yang terintegrasi dari awal hingga akhir, baik secara teknis agronomi, SDM maupun manajerial usaha kelembagaan kelompok taninya  saat musim panen tiba.

PT. NSP sendiri sebagai pemrakarsa kegiatan tersebut telah memberikan dukungan sebagai stimulus berupa benih jagung, pupuk, anti hama dan peralatan-peralatan kerja. Termasuk mesin pemipil jagung yang dikelola secara perguliran (Revolving fund), untuk kemudian pada fase pemandirian (exiting program) yang akan diserah terimakan sebagai aset
produktif kelompok.

Dalam fase penguatan melalui peningkatan kapasitas peserta program, masyarakat diarahkan untuk mampu menjalankan usaha secara disiplin dan bertanggung jawab. Baik dari sisi teknis budidaya maupun keuangan usaha.

Demikian juga dari tujuan dibentuknya kelompok adalah untuk terus memupuk solidaritas dan modal sosial sehingga diharapkan paska program, para peserta mampu menjadi seorang wirausahawan yang mandiri dan berwawasan sosia (Social entrepreneur)," jelas Erwin.

Dalam seremonial penanaman jagung kemarin, PT. NSP juga menyerahkan bantuan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar (KBM) TK Harapan Bunda Kepau Baru sebesar Rp52 juta. Dengan bantuan tersebut, perusahaan mengharapkan adanya peningkatan kualitas pendidikan
generasi muda dan peningkatan kualitas hidup bagi masyarakat tempatan, khususnya di wilayah operasional PT. NSP. (jai)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini