Moody’s Sebut Utang Indonesia Berisiko, Apa Kata Sri Mulyani?

Redaksi Redaksi
Moody’s Sebut Utang Indonesia Berisiko, Apa Kata Sri Mulyani?
Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani

JAKARTA - Lembaga pemeringkat internasional Moody's Investor Service (Moody's) menyatakan bahwa Indonesia dan India termasuk ke dalam negara Asia dengan utang paling berisiko.

Penilaian ini tidaklah mengherankan jika melihat kejatuhan mata uang Indonesia dan India yang terpukul paling parah tahun ini, dan besarnya cadangan devisa yang mereka miliki untuk menutupi utang tersebut.

Menyikapi hal ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, ketergantungan Indonesia terhadap utang luar negeri dari sisi pembeli Surat Utang Negara (SUN). Hal tersebut juga bisa dilihat dari peringkat pada Moody's.

"Pandangan Moody's mereka katakan kita peringkat ketiga. Tapi dibandingkan dengan dua ranking di atasnya, yaitu Malaysia dan India, Indonesia 51% (indeks kerentanan utang) jauh lebih rendah. Saya sudah sampaikan sisi pembeli SUN kita di sekitar 37%," tuturnya, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (26/5/2018).

Menurut Sri Mulyani, utang negara saat ini masih positif. Bisa dilihat dari penerbitan SUN yang demand-nya masih tinggi atau artinya ada yang mau membeli.

"Kita dipercaya ada yang mau membeli. Kalau sisi negatif, kalau dia enggak percaya Indonesia, dia bisa pergi," tuturnya.

Pemerintah bisa membuktikan bahwa utang negara sudah dikendalikan dengan sangat hati-hati. Bisa dibuktikan dengan, posisi pembiayaan anggaran pada 2018 jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

"Sebelumnya dalam hal ini 2015 growth pada pembiayaan posisi Mei 46%, jadi melonjak tinggi sekali. 2016 growth 19%, mulai 2017 negatif. Itu artinya menurun bukan meningkat, tahun ini menurun 13,1%," tuturnya.

Bukti lainnya, lanjut Sri Mulyani, penerbitan instrumen utang negara sampai akhir Mei 2018 terus mengalami penurun sangat drastis. 2015 growth penerbitan SBN 38,9%, 2016 sebesar 15%. Mulai 2017 growth dan tahun ini negatif double digit negatif 15%.

"Jadi saya ingin sampaikan kalau bicara tentang keuangan negara, kalau lihat pembiayaan anggaran trennya membaik itu kemudian digunakan. Itu dari sisi tanggung jawab negara ini menjadi lebih baik," ujarnya.

(okezone.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini