Mendag Larang Produsen Salurkan Gula Rafinasi Melalui Distributor

Redaksi Redaksi
Mendag Larang Produsen Salurkan Gula Rafinasi Melalui Distributor
Ilustrasi: Reuters
endag Larang Produsen Salurkan Gula Rafinasi Melalui Distributor
JAKARTA - Kemendag melalui surat Menteri Perdagangan Nomor 915/M-DAG/SD/8/2014 tanggal 8 Agustus 2014 telah menginstruksikan kepada 11 Importir/Produsen Gula Kristal Rafinasi (GKR) yang telah mendapatkan Surat Persetujuan Impor (SPI) dengan total sejumlah 502,3 ribu ton hanya diperbolehkan menyalurkan secara langsung GKR kepada industri makanan dan minuman dan tidak menggunakan jasa distributor.

SPI sejumlah 502,3 ribu ton tersebut merupakan sisa alokasi impor raw sugar tahun 2014.

"Diharapkan instruksi ini dapat ditaati sehingga penyaluran GKR sesuai peruntukannya yaitu untuk kebutuhan industri makanan minuman dan tidak merembes ke pasar konsumsi," papar Menteri Perdagangan, Muhamad Lutfi dalam siaran pers, Sabtu (9/8/2014).

Disisi lain Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Srie Agustina, mengaku  telah menghimbau para distributor agar sisa stok GKR yang masih berada di bawah penguasaan para distributor tidak dijual ke pasar konsumsi dan hanya disalurkan kepada industri pengguna.

Hal ini untuk mendukung perdagangan/peredaran gula dalam negeri agar tetap kondusif.

"Adapun besaran HPP yang meningkat dari Rp8.250/kg menjadi Rp 8.500/kg, tetap didasarkan kepada tingkat rendemen 8,07 persen, namun dengan meningkatkan keuntungan petani dari Rp 358/kg menjadi Rp 608/kg, sebagai kompensasi biaya karena capaian rendemen yang masih rendah," ucap Srie.

Berdasarkan Data Kementerian Pertanian, realisasi produksi gula pada Juli 2014 tercatat sebesar 996,2 ribu ton dengan tingkat rendemen rata-rata 7,39 persen, dan tingkat terendah diperoleh oleh PG Takalar sebesar 4,15 persen dan tertinggi dicapai oleh PG Gula Putih Mataram (Sugar Group) sebesar 8,45 persen. (rzy/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini