Manajemen HERO Buka-bukaan Soal Penutupan 26 Gerai dan PHK

Redaksi Redaksi
Manajemen HERO Buka-bukaan Soal Penutupan 26 Gerai dan PHK
Foto: CNBC Indonesia

JAKARTA - PT Hero Supermarket Tbk (HERO) memutuskan melakukan penutupan 26 gerai dan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 532 orang karyawan. 

Selain efisiensi, General Manager Corporate Affairs PT Hero Supermarket Tbk Tony Mampuk juga menjelaskan beberapa hal yang mendorong keputusan perseroan. Mulai dari kerugian operasional, hadirnya belanja online hingga tantangan regulasi yang harus dipenuhi.

"Per September 2018 penjualan bisnis makanan (Giant dan Hero) turun 6% dibanding tahun sebelumnya, hal ini mengakibatkan bisnis makanan kami mengalami kerugian operasional sebesar Rp 163 miliar, lebih buruk dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya," kata Tony saat dihubungi CNBC Indonesia di Jakarta, Minggu (13/1/2019).

Menurut dia, secara umum bisnis ritel dalam tekanan. Tidak hanya dari online tapi juga persaingan yang semakin ketat dan adanya perubahan pola konsumsi di masyarakat.

Tantangan juga semakin berat dengan banyaknya regulasi-regulasi yang harus dipenuhi melalui perizinan, mengakibatkan ekonomi biaya tinggi dan memengaruhi profitabilitas bisnis ritel.

"Regulasi dan izin yang menghambat umumnya yang berkaitan dengan bisnis operasional. Karena barang yang kami jual beragam jadi memerlukan izin ritel, izin toko obat, restoran, dan lain-lain," katanya.

Terlepas dari situasi yang ada, Tony menyebutkan akan menyiapkan strategi jangka pendek dan panjang untuk memastikan profitabilitas pada bisnis perseroan yang lain tetap terjaga, yaitu Giant, Hero, Guardian, dan IKEA. Sejauh ini Guardian dan IKEA sudah memberikan kontribusi profit yang positif.

(cnbcindonesia.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini