Ketua KUD Tunas Harapan diduga Tampung Sawit Non Plasma

Simbolon: Melanggar Kesepakatan Bisa Dipenjara
Redaksi Redaksi
Ketua KUD Tunas Harapan diduga Tampung Sawit Non Plasma
ilustrasi

RENGAT, riaueditor.com - Kesepakatan antara pihak pengelola kebun kelapa sawit pola plasma PT Meganusa Intisawit dengan masyarakat petani yang pengelolaannya dilakukan melalui Koperasi Unit Desa (KUD) yang ada di sejumlah desa binaannya, tidak memperkenankan mencampur Tanda Buah Sawit (TBS) plasma dengan TBS kebun masyarakat non plasma.

Ternyata sudah beberapa tahun berjalan, Ketua KUD Tunas Harapan, Suprianto Desa Pematang Manggis (DK.6) Kecamatan Batangcenaku, Inhu, menampung dan membeli sawit dari kebun masyarakat sekitar diluar plasma dengan harga jauh lebih rendah dibanding dengan harga PT Meganusa yang beracuan kepada Dinas Perkebunan Prop Riau.

Ketua Kelompok Tani IX Desa Pematangmanggis, Subroto membenarkan adanya lokasi penampungan TBS di kediaman Wartoyo len III di Desanya, dan sepengetahuan calon Kades yang kalah ini, penampungan Tbs itu merupakan milik Ketua KUD Tunas Harapan, Suprianto.

        

"Kalau masalah penjualan Tbs yang ditampung Suprianto melalui Wartoyo dan menjualnya ke PT Meganusa, memang itu saya kurang paham, karena tidak mengikuti masalah penjualannya," kata Broto.

        

Menjawab pertanyaan wartawan, Subroto yang memiliki puluhan KK anggotanya, setiap bulan gajian memotong dari hasil penannya Rp.18 per Kg yang kegunaannya untuk perbaikan jalan hinga ke sejumlah blok agar bisa dilalui truck angkutan sawit.

        

Kalau pemungutan dana Rp.10 ribu per truck angkutan sawit yang dilakukan pihak KUD di ampang ampang jalan keluar desa itu, memang tidak paham uang itu digunakan untuk apa, itu diluar sepengetahuan para kelompok tani, Kata Subroto.

        

Subroto juga mengakui adanya pemotongan dari hasil panen petani plasma yaitu dana replanting yang dipotong melalui KUD pimpinan Suprianto sebesar Rp.220 ribu per bulan, bukan Rp.300 ribu per bulan, sedangkan uang itu katanya disimpan oleh pihak perusahaan atau pihak KUD kerang jelas, hingga seberapa besar bunga selama penyimpanan itu dikemanakan pun kurang pahamlah, tambah Subroto.

        

Sumber yang layak dipercaya di Desa Pematangmanggis menyebutkan, sepengetahuannya Ketua KUD Tunas Harapan itu tetap menjual sawitnya ke PKS PT Meganusa, selama ini semua warga mengetahui dan mencurigainya bahwa, sawit yang dibeli Suprianto dari warga diluar sawit plasma itu, dijualnya ke PKS PT Meganusa, karena nilai jualnya tinggi.

Ketua KUD Tunas Harapan, Suprianto berulang kali dihubungi selulernya, tidak berkenan mengangkat telephone genggamnya, bahkan berulang kali d isms pun tidak berkenan menjawabnya.

        

Manejer PT Meganusa Intisawit, E Simbolon dikonfirmasi Senin (18/12/17) mengatakan, kesepakatan antara masyarakat petani plasma saat dilakukannya adak kredit, dilarang mencampur Tbs dari luar plasma dengan Tbs plasma yang binaan perawatannya itu oleh pihak perusahaan.

Alasan Simbolon, sawit non plasma tentu tidak sama kwalitas rendemennya dengan sawit yang rawatannya secara rutin dan dibawah pengawasan pihak perusahaan melalui KUD yang ada di setiap desa, jika ada KUD yang nekat mencampur sawit warga non plasma dengan sawit plasma, tentu ada sanksi hukumnya sesuai dengan kesepakatan awal yang juga diketahui pemerintah.

Selain itu, tambah Simbolon, kapasitas Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT Meganusa Intisawit sekitar 1.200 ton per hari itu, tidak akan mampu jika menampung sawit dari luar plasma, yang akan membuat buah restan yang akan berpengarus terhadap rendemen.

        

Namun, demikian, pihaknya akan melakukan pengecekan di sejumlah KUD termasuk KUD Tunas Harapan pimpinan Suprianto, jika memang benar ada terjadi mencampur sawit non plasma dengan sawit plasma, bisa dilaporkan ke Polisi dan diproses hukum, dan para pelakunya bisa dipenjara, kata Simbolon.

        

Calon Kades terpilih yang mendapatkan suara terbanyak Pilkades kemarin, Basori dikonfirmasi mengatakan, belum banyak mengetahui apa saja yang dilakukan Ketua KUD Suprianto terkait penampungan sawit non plasma yang dilakukannya, termasuk pemungutan dana di ampang ampang keluar desa itu, namun akan menelusurinya untuk apa kegunaan dana itu, ucapnya. (zap)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini