Kekeringan, Produksi Pertanian Meranti Terganggu

Redaksi Redaksi
Kekeringan, Produksi Pertanian Meranti Terganggu
anje/riaueditor.com
Sawah di desa sendaur yang kering akibat kemarau.
SELATPANJANG, riaueditor.com – Hujan yang tak kunjung turun di Selatpanjang kurang lebih 1 bulan lamanya telah mengganggu tanaman padi di berbagai daerah. Selain tidak bisa melakukan tanam karena krisis air, kekeringan juga mengakibatkan ratusan hektar padi terancam gagal panen. Seperti yang terjadi di desa Sendaur, kecamatan Rangsang Barat.
 
Berdasarkan pantauan pada Sabtu (8/2/14), kondisi sawah di Desa Sendaur sangat memprihatinkan. Beberapa padi yang sudah siap panen, daun dan batang padi menguning kering. Beberapa petani berupaya menyelamatkan sisa-sisa bulir padi dengan memotong dan memasukannya ke karung.
 
Sabri, Ketua KTNA Desa Sendaur, mengaku puluhan hektar sawah gagal panen. Meskipun ada yang panen, namun hasil produksinya jauh dari yang diharapkan. "Hasil panen kali ini sangat jauh merosot, bahkan ada sebagian padinya tidak mengeluarkan buah. Kita belum dapat pastikan berapa jumlah kerugian dari musim kemarau ini. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, akan turun hujan, sehingga sawah yang masih menunggu masa panen bisa terairi," harap Sabri.
 
Tak hanya petani padi, petani yang peternak ayam juga mengeluhkan musim kemarau yang melanda Selatpanjang. Seperti yang dituturkan oleh Isyadi peternak ayam potong Desa Alahair, menurutnya saat ini, ia tidak bisa memasukan bibit ayam baru, karena untuk memelihara ayam potong putih mereka memerlukan air untuk minum.
 
"Sekarang mau masukkan bibit ayam, saya harus mikir-mikir dulu karena lagi kemarau ini. Beda dengan kampong, ayam putih kita ternak di dalam kandang yang minumnya setiap hari. Pada minuman ini yangn berat dan jadi  kendala pada musim kemarau begini. Mungkin kalau sudah hujan, baru berani saya masukann ayam lagi," ucapnya. (je)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini