IHSG Jatuh ke Level Terdalam 4 Tahun Terakhir

Redaksi Redaksi
IHSG Jatuh ke Level Terdalam 4 Tahun Terakhir
(CNN Indonesia/Hesti Rika).
IHSG jatuh ke posisi 4.895 pada pukul 15.35 WIB, Kamis (12/3). IHSG jatuh terdalam sejak empat tahun terakhir. Ilustrasi.

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh ke level terdalam dalam empat tahun terakhir. IHSG tercatat menyentuh level 4.895 pada pukul 15.35 WIB atau turun 5,01 persen dalam sehari sejak diperdagangkan pada Kamis (12/3) pagi.

RTI Infokom mencatat IHSG anjlok 13,17 persen dalam sepekan terakhir atau 16,62 persen dalam sebulan terakhir. Kejatuhan IHSG hari ini merupakan yang terparah dalam empat tahun terakhir.

Sebanyak 398 saham rontok, 80 saham tak bergerak, sedangkan 39 saham lainnya berangkat ke zona hijau.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan akan membekukan sementara perdagangan (trading halt) saham jika IHSG turun lebih dari 5 persen dalam satu hari. "Trading halt selama 30 menit apabila IHSG mengalami penurunan lanjutan hingga lebih dari 10 persen," kata Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono.

Namun, suspensi perdagangan tersebut hanya berlaku sampai akhir sesi perdagangan. Suspensi perdagangan dapat dilakukan lebih dari satu sesi perdagangan setelah mendapatkan persetujuan atau perintah Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Ketentuan tersebut berlaku efektif sejak hari ini sampai dengan batas waktu yang akan ditetapkan kemudian," imbuh dia.

Pemberlakuan trading halt merupakan tindak lanjut dari Surat Perintah Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A Otoritas Jasa Keuangan Nomor: S-274/PM.21/2020 perihal Perintah Melakukan Trading Halt Perdagangan di Bursa Efek Indonesia Dalam Kondisi Pasar Modal Mengalami Tekanan.

Trading halt juga merujuk pada Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat.

(CNNIndonesia.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini