Harga Getah Kritis, Petani Menjerit

Redaksi Redaksi
Harga Getah Kritis, Petani Menjerit
ilustrasi.net
PS.PENGARAIAN, riaueditor.com - Hasil getah di Kabupaten Rokan Hulu memasuki tahap paling kritis, banyak petani mengeluh dan menggerutu karena harganya sudah jungkir balik.

Demikian disampaikan, Dalmat (51) Warga Kecamatan Rambah, Kamis (13/2/2014), kecewa hingga kini belum ada tindakan pemerintah untuk menetralisir harga getah ditingkat petani, kondisinya sudah sangat parah, selain harganya anjlok, juga produksinya juga berkurang karena musim kemarau.

"Ya tuhan kenapalah harga getah kok bisa semurah ini, gawat-gawat ini, kata orang penyebabnya gara-gara mau pemilu maka harganya pun turun. Karet itu tak ada getahnya lagi udah panas hujanpun tak mau turun," keluh Dalmat dengan raut wajah kelam dan berkaca-kaca.

Harga getah ditingkat petani sekitar Rp 6 ribu sampai Rp 6500 per Kg, padahal sebelumnya ungkap Dalmat, mencapai Rp17 ribu hingga Rp 18 ribu per Kilonya.  

Salah seorang agen getah di Kecamatan Rambah Samo, Ongah Lubis mengakui jika mau pemilu harga getah memang biasanya anjlok, sebab mereka sibuk kegiatan politik.

"Kami saja di pabrik paling tinggi harganya pak Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu per Kg, biaya transportasinya lagi mulai desa sampai ke pabrik, apalagi yang kita beli itu getahnya masih basah," ungkap Lubis.(yy)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini