Plt Gubri Minta Petani Bersabar

Harga Anjlok Hingga Rp300 per kilo, Petani Sawit di Riau Mengeluh

Redaksi Redaksi
Harga Anjlok Hingga Rp300 per kilo, Petani Sawit di Riau Mengeluh
ist.net
Harga Anjlok Hingga Rp300 per kilo, Petani Sawit di Riau Mengeluh.
PEKANBARU, riaueditor.com - Meskipun Indonesia telah merdeka selama 70 tahun, namun merdeka itu saat ini tidak dirasakan oleh petani sawit. Karena saat ini harga komoditas petani itu mencapai harga Rp300 rupiah perkilonya ditingkat petani. Padahal sebelum-sebelumnya masih mencapai Rp1200 bahkan pada saat harga naik sebelumnya juga mencapai Rp2000 perkilonya.

Banyak petani sawit di Riau mengeluh bahkan khawatir tidak bisa menyekolahkan anak dan bahkan khawatir tidak bisa beli makan. Seperti yang dirasakan Ali Nuar petani sawit di Kecamatan Kampar Timur, Kampar sudah malas melihat kebunnya.

"Pokoknya kami sekarang serba sulit, mau makan apa kami kalau harga cuma Rp300 rupiah, bayangkan satu ton nya cuma dapat 300 ribu," kata Ali.

Masing-masing petani mengeluhkan kondisi ini, bahkan sejumlah pemilik lahan sawit memilih untuk mencari uang tambahan dengan bekerja sebagai buruh bangunan. Jika tetap bertahan dengan hasil sawit tidak bisa menutupi kebutuhan hidupnya.

"Ini paling parah memang, dulu pernah juga jatuh harganya, tapi paling dua kali putaran sudah kembali normal. Tapi sekarang kayaknya nggak cepat normal harganya," jelasnya.

Biasanya, tambah Ali, harga 1000 paling rendah itu, bisa kami hasilkan 4 juta dalam sebulan, sekarang harga 300 rupiah cuma dapat 900 ribu sebulan. Untuk makan saja kurang.

"Gimana mau menyekolahkan, makan saja udah berat dan selalu kurang, untunglah suami kadang cari ikan ke sungai jadi terbantu untuk lauk," ujarnya.

Menanggapi persoalan ini, Pelaksana tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman meminta para petani untuk bersabar menghadapi penomena yang terjadi. Karena menurut Plt Gubernur harus diteliti seluruh aspek apa kendalanya.

"Kalau sekarang ini, terpaksa kita bersabar, mau didongkrak gimana harga komoditasnya menurun," ujar Andi Rachman sapaan akrabnya.

Andi mengaku belum mendapatkan laporan terkait anjloknya harga sawit yang mencekik para petani sawit di Riau itu. Dirinya akan mencari tahu penyebab dari anjloknya harga tersebut.

"Kita belum dapat informasi jelas dari asosiasi dan pemilik kebun. Apa memang secara mikro di Riau atau kelambatan ekonomi secara makro atau kendala lain seperti adanya komoditas lain panen sehingga membuat sawit anjlok nanti dicek kondisinya," tukasnya.(dea)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini