Fenomena Diskon Jelang Lebaran

Lebih Baik Kalah Membeli Tapi Menang Dalam Memakai
Redaksi Redaksi
Fenomena Diskon Jelang Lebaran
Nazzarudin Arnazh
PELALAWAN, riaueditor.com - Biasanya diskon besar-besaran akan bermunculan menjelang lebaran, setiap pusat perbelanjaan, Mall, Distro dan Pasar-pasar Tradisional saling berlomba menggoda calon pembeli dengan strategi pemasaran mereka masing-masing. Untuk itu kita himbau ke warga masyarakat yang akan berbelanja lebaran Idul Fitri untuk hati-hati dengan beberapa penawaran diskon/obral, karena  ternyata kadang kala itu hanya tipuan. Jangan sampai maksud hati ingin dapat barang murah, tetapi akhirnya kecewa.

Ketika memasuki bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri, biasanya sering kita lihat fenomena diskon besar-besaran, obral atau diskon di berbagai pusat perbelanjaan hingga pasar tradisional sering membuat seseorang tidak berpikir panjang. Saat melihat tulisan diskon 30%, 50%, 75%, banyak yang langsung memasukkan jenis barang yang berlabel diskon tersebut kedalam kantong belanja alias langsung beli, seyogyanya perlu dicermati, tidak semua pedagang dan toko memberikan potongan harga atau diskon besar yang sesungguhnya, ada beberapa yang melakukan tipuan halus, tipuan-tipuan halus ini sering tidak kita sadari, sesungguhnya harga telah dinaikkan dulu, trik ini sebetulnya sudah banyak diketahui warga, tapi tetap saja banyak yang tergoda.

Oleh karena itu kecermatan dan kejelian kita dituntut betul agar kita tidak terjebak dalam godaan diskon dan obral ini, untuk itu agar kita tidak tertipu dengan istilah diskon dan obral ini sebenarnya kiatnya sederhana "Pertama lihat model barangnya, kemudian bandingkan dengan barang yang sama ditempat lain yang tidak menawarkan diskon" jika harganya sama, berarti diskon yang ditawarkan tersebut semata-mata trik untuk menggoda kita, namun jika perbandingan harganya cukup jauh berarti memang diberikan diskon.

Kemudian yang kedua jika barang tersebut memang diberikan diskon adanya, kita juga jangan langsung bungkus, tapi perhatikan baik-baik barang tersebut jangan-jangan barang tersebut adalah barang yang sudah cacat/rusak. "Biasanya barang cacat adalah prioritas untuk didiskon/diobral, karena barang seperti itu tidak bisa diretur atau ditukarkan kembali, prinsip penjual tentu kalau tidak dijual akan otomatis rugi.

Berikutnya yang ketiga, kadang barang yang didiskon tersebuat adalah persediaan lama/barang yang kurang diminati dijual lagi, istilah kerennya adalah cuci gudang, barang-barang yang menjadi stok lama dijual kembali dengan harga lebih murah, "Jika tetap ingin membeli barang diskon persediaan lama ini, pastikan dulu barang yang akan dibeli tersebut masa konsumsinya masih berlaku, teliti dan baca tanggal kedaluwarsa yang tertera diproduk tersebut.

Yang terpenting dan perlu kita ingat itu, khusus untuk makanan dan minuman jangan jadikan harga murah sebagai alasan untuk membahayakan kesehatan kita, keluarga, dan tamu yang akan berkunjung ke tempat kita saat Idul Fitri nanti, jangan sampai kita tertipu dan menyesal dengan diskon besar yang ditawarkan yang kita anggap kita telah beruntung namun ternyata justru yang kita alami akhirnya malah sebaliknya, jadi posisi amannya biarlah kita kalah dalam membeli tapi kita puas dalam memakainya.

Release
Nazzarudin Arnazh
Ketua Fraksi PAN Plus DPRD Kab. Pelalawan

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini