Dahlan: Saya Enggak Masalah Memutuskan Hal Pahit

Redaksi Redaksi
Dahlan: Saya Enggak Masalah Memutuskan Hal Pahit
okezone
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan
JAKARTA, riaueditor.com - PT Pertamina (Persero) dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) telah memutuskan untuk merevisi kenaikan elpiji 12 kilogram (kg) menjadi Rp1.000 per kg. Sebelumnya, Pertamina memutuskan menaikkan Rp3.959 per kg.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku bahwa dirinya siap memasang badan lantaran telah memutuskan menaikan harga elpiji.

"Begini pemimpin yang baik itu belum tentu bapak yang baik, ini prinsip. Dan bapak yang baik belum tentu bisa jadi pemimpin yang baik. Itu prinsipnya. Salah satu pemimpin yang baik itu harus mau bertanggung jawab. Jadi kan harus ada yang berani pasang badan," kata Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (7/1/2013).

Dahlan juga menjelaskan, bahwa menjadi pemimpin yang baik itu tidak selalu mendapatkan perjalanan yang mulus. Pasalnya, banyak rakyat yang mendukung dan banyak juga rakyat yang tidak mendukung cara kerja dari seorang pemimpin itu sendiri.

"Di Indonesia terlalu banyak bapak yang baik karena namanya anak itu kan macem-macem. Saya anggap anak itu rakyat, ada yang nakal ada yang manja, ada yang rasional, ada yang ingin mau maju, ada yang malas, ada yang  rajin. Keluarga juga begitu kalau anaknya banyak kan anaknya enggak sama," jelasnya.

Oleh karena itu, meski mengaku salah atas tindakan awal yang telah memutuskan menaikkan elpiji 12 kg pada 1 Januari kemarin. Menurutnya, seorang pemimpin itu kadang kala mendapatkan hasil yang manis, terkadang pula mendapatkan hasil yang pahit.

"Jadi pemimpin itu harus memutuskan, kadang pahit kadang manis, kadang enggak menyenangkan, kadang menyenangkan, itu tanggung jawab pemimpin," tambahnya.

Selain itu, dengan memutuskan kenaikan harga elpiji 12 kg menjadi Rp1.000 per kg, Dahlan sudah mengetahui adanya pengurangan setoran dividen untuk pemerintah. Pasalnya, dengan menaikkan harga Rp1.000 per kg, Pertamina juga tetap mengalami kerugian sekitar Rp5,4 triliun.

"Saya enggak ada masalah, kalau harus memutuskan ya memutuskan meski pahit," pungkasnya.

(kie/wdi/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini