BOB PT. BSP – Pertamina Hulu ‘Bersama Kita Jaga Aset Negara’

Redaksi Redaksi
BOB PT. BSP – Pertamina Hulu ‘Bersama Kita Jaga Aset Negara’
images

SIAK, riaueditor.com – Untuk menyatukan persepsi dalam bidang menjaga Objek Vital Nasional di kegiatan hulu migas, Badan Operasi Bersama PT. Bumi Siak Pusako (BOB PT.BSP) – Pertamina Hulu menggelar acara Stakeholder Gathering dan Public Education dengan tema "Bersama Kita Jaga Aset Negara" di Hotel Pangeran Pekanbaru.

Kata Muhaimin, kegiatan acara yang diikuti oleh 70 peserta, diantaranya sejumlah Camat, Kapolsek, Danramil, Kepala Desa dan Ketua Badan Perwakilan Desa se Wilayah Operasi BOB secara langsung di buka oleh General Manager BOB, Susanto Budi Nugroho. Demikian disampaikan Humas BOB PT.BSP – Pertamina Hulu M Muhaimin, MM kepada wartawan kemarin.

Dikatakan Muhaimin, General Manager BOB, Susanto Budi Nugroho yang didampingi Direktur PT Bumi Siak Pusako, Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Direktur Pengamanan Objek Vital Nasional, POLDA Riau dan Management BOB mengucapkan terima kasih dan mengajak kepada semua peserta dan semua elemen agar dapat menjaga aset Negara yang kita miliki.

Dikatakan  Susanto, obyek Vital Nasional memiliki peran penting bagi kehidupan bangsa dan negara baik ditinjau dari aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan. Semua fasilitas dan kegiatan hulu minyak dan gas bumi (migas) merupakan objek vital nasional, karena itu harus dijaga dengan baik, apalagi sektor ini merupakan penyumbang devisa terbesar bagi negara. Ada sekitar 30 persen penerimaan negara yang berasal dari sektor hulu migas.

Oleh karenanya, investasi yang dilakukan di bisnis minyak dan gas bumi, perlu mendapatkan jaminan dan dukungan dari aparatur pemerintahan, terutama yang bergerak dibidang keamanan, hendaknya agar dapat semaksimal mungkin untuk mengamankan aset negara yang paling berharga ini, sebab dengan industri migas inilah pembangunan bangsa dapat berjalan dan sampai saat ini, tetap menjadi penggerak roda perekonomian di Indonesia.

"Bila aset migas ini terganggu, maka kegiatan hulu migas sangat berpengaruh terhadap hasil dari migas itu sendiri. Betapa pentingnya pemahaman bersama untuk menjaga dan mengamankan gangguan di kegiatan industri hulu migas tersebut," ujar Susanto.

Acara Stakeholder Gathering dan Public Education juga digelar diskusi panel. Kaur Humas Perwakilan SKKMigas Sumbagut, Haryanto Safri sebagai pembicara pertama mempresentasikan tentang peran dan fungsi SKKMigas sebagai pengawas Kontraktor Kerja Sama (KKS) dalam melaksanakan kegiatan operasi termasuk BOB PT. Bumi Siak Pusako Pertamina Hulu.

Selain itu juga, dijelaskan dalam presentasinya tentang skema dana bagi hasil minyak dan gas bumi termasuk bagi hasil untuk propinsi Riau. Oleh karenanya kebersamaan dalam menjaga aset Negara itu sangat penting, karena sebelum lifting minyak terjadi, maka seluruh minyak dan gas yang ada di fasilitas produksi adalah milik Negara bukan milik kontraktor.

Sedangkan pada Panelis kedua, yang disampaikan oleh Kasubdit Bin Pam Obsus Polda Riau,H. Zaidun Rz. Menjelaskan tentang Keppres No. 63/2004, pada sesi kedua ini disebutkan, bahwa obvitnas merupakan kawasan/lokasi/ bangunan/instalasi dan/atau usaha yang menyangkut hajat hidup orang banyak, kepentingan negara dan/atau sumber pendapatan negara yang bersifat strategis.

Mengingat peranannya yang cukup strategis, obvitnas membutuhkan sistem pengamanan yang lebih kuat dan didasarkan atas standard sistem pengamanan yang ketat, sehingga mampu memperkecil risiko dan dampak keamanan yang ditimbulkan akibat adanya ancaman dan gangguan keamanan.

Hal yang sama juga disampaikan tokoh masyarakat Riau H. M. Azaly Djohan yang juga aktif dalam memperjuangkan daerah Riau ikut mengelola Migas, pada diskusi panel ini, Azaly mengajak para Camat, Kapolsek, Danramil, Kepala Desa dan Ketua BPD untuk bersama-sama menjaga aset daerah dan nasional ini.(Ad)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini