Jangan Salahkan Perempuan Jika Korupsi

Redaksi Redaksi
Jangan Salahkan Perempuan Jika Korupsi
ilustrasi okezone
JAKARTA - Raden Ajeng Kartini dianggap sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Berkat jasanya, perempuan kini bisa mendapatkan kesetaraan hak yang sama dengan kaum laki-laki. 
 
Dengan emansipasi itu, banyak perempuan yang mendapat kesempatan jabatan tinggi bahkan untuk memimpin. Seperti Ratu Atut Chosiyah. Ibu dari Andika Hazrumy dan Andiara Aprilia itu diberi kepercayaan untuk memimpin Provinsi Banten. Namun kepercayaan itu dirusak dengan ulah korupsi.
 
Tak hanya Atut, sederetan nama wanita yang berkesempatan menduduki jabatan tinggi, kini mendekam di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur karena tersangkut masalah korupsi. Seperti mantan Putri Indonesia, Angelina Sondakh , Wa Ode Nurhayati, mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Miranda Goeltom dan lain sebagainya. Para wanita ini dianggap tidak patut menjadi teladan karena prilakunya.
 
"Prilaku korupsi ini sangat tidak baik. Tapi kita jangan hanya melihat wanita yang korupsi. Kalau dihitung dengan baik lebih banyak laki-laki yang korupsi. Jangan menyalahkan berdasarkan gender," ujar Dewi Meisari Haryanti, salah satu pembicara dalam diskusi Persatuan Wartawan Indonesia Reformasi (PWIR) dengan tema Semangat Kartini Menciptakan Perempuan Indonesia yang Sejajar di Condet, Jakarta Timur, Senin (21/4/2014).
 
Dewi menganggap, partai politik paling bertanggung jawab terkait para wanita yang terlibat korupsi. Hal itu lantaran proses seleksi yang dilakukan partai untuk pencapaian 30 persen terkesan hanya asal-asalan.
 
"Sekarang partai sendiri yang mestinya merekrut orang harus lebih selektif. Ini kan tidak, untuk mencapai syarat jadi terima-terima saja, jadi tidak seleksinya asal-asalan," papar Direktur Usaha Kecil Menegah (UKM) Center Universitas Indonesia (UI) itu.

(hol/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini