Hari-Hari di Gaza

Oleh: Abdillah Onim
Redaksi Redaksi
Hari-Hari di Gaza
AP Photo/Lefteris Pitarakis/ca
Maha al-Sheikh Khalil (7) terbaring di rumahnya di kawasan Sijaiyah setelah mendapatkan pengobatan di rumah sakit Gaza. Serpihan peluru menembus lehernya ketika militer Israel membombardir Sijaiyah pada hari Idul Fitri lalu.
GAZA CITY – Gaza masih berjuang, gencatan senjata sementara hanya berlaku 72 jam, yang dimulai jam satu pagi waktu Gaza, Senin (11/8).

Kata pejuang Palestina di Gaza, jika Israel tidak mengindahkan persyaratan gencatan senjata secara permanen, maka mereka akan terus menghujani Tel Aviv, Ibu Kota Israel, dengan roket.

Persyaratan gencatan senjata permanen yang diajukan oleh pejuang Palestina di Gaza adalah: membangun kembali rumah-rumah warga Gaza yang telah dihancurkan oleh Israel, membangun kembali Gaza International Airport, membangun kembali pelabuhan Gaza, dan menghentikan blokade Israel atas Gaza.

Selain itu, pejuang Palestina juga meminta Israel agar membuka jalur darat dari Gaza ke Masjid al-Aqsa secara bebas, menghentikan penjajahan Israel terhadap Palestina, serta membebaskan seluruh tahanan Palestina yang hingga kini masih mendekam di penjara Israel.

Tanggapan Israel, menyetujui persyaratan yang diajukan oleh pejuang Palestina, asalkan pejuang Palestina melucuti/menyerahkan semua persenjataan kepada pihak Israel, dan menghancurkan semua terowongan di sepanjang perbatasan Gaza dan Israel.

Krisis kepercayaan

Saat ini pemerintah Israel sedang menderita krisis kepercayaan. Rakyat Israel telah turun ke jalan, berdemontrasi. Mereka ingin hidup damai. Rakyat Israel tidak percaya lagi pada pemerintah Israel, karena tak mampu melindungi mereka dari serangan roket Hamas yang menghantam Tel Aviv.

Di lain pihak, pengamat kemiliteran Israel mengimbau kepada pemerintah Israel agar membekali prajuritnya dengan ilmu agama yang benar.

Jika prajurit Israel memiliki ilmu agama, maka mereka tidak akan menghancurkan tempat ibadah bagi umat Islam di Gaza,  tidak akan membunuh anak-anak dan wanita, serta tidak akan menghancurkan rumah sakit di Gaza.

Hingga kini militer Israel masih rutin melancarkan serangan ke wilayah Gaza. Satu unit rumah sakit, yakni RS al-Wafaa rata dengan tanah akibat dihujani roket Israel. Beruntung para pasien dan tim medis berhasil menyelamatkan diri.

Beberapa hari berturut-turut saya turun langsung ke lokasi pengeboman. Di Kota Sijaiyah misalnya, lebih dari 1.500 unit rumah warga rata dengan tanah. Debu beterbangan, bangunan porak-poranda, bau busuk menyengat dari reruntuhan.

Onggokan daging manusia yang berceceran di jalan raya dan darah yang bercipratan di tembok, menjadi pemandangan yang menyesakkan dada.

"Di sinilah mayat-mayat ditumpuk. Mayat anak-anak dan wanita tertimbun di sini bagaikan bukit. Kondisi tak menyehatkan tersebut membuat kesehatan saya turun. Batuk, sakit kepala, sakit perut, mungkin wabah menyerang saya," tutur Abu Muhammad, warga Sijaiyah, sambil menunjuk jalanan tempatnya berdiri.

Sejak awal agresi Israel ke Gaza dan memasuki hari ke-34, hingga kini sudah tercatat 1.939 orang warga Gaza tewas. Rinciannya, 468 anak-anak, 255 orang wanita, 5 orang cacat, 77 orang lansia, 16 orang paramedis.

Selain itu, sebanyak 9.889 orang warga Gaza luka-luka. Rinciannya, 2.145 orang anak-anak, 1.274 orang wanita, dan 136 orang lansia. Militer Israel juga telah menghancurkan 24 unit pusat pelayanan medis, setingkat klinik rawat inap.

Lebih dari 500 ribu orang warga Gaza terpaksa mengungsi ke fasilitas pemerintah seperti sekolah dan rumah sakit. Dan lebih dari 29 ribu kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal.

Adapun bangunan yang luluh-lantak antara lain: 188 unit sekolah hancur (90 unit sekolah milik UNWRA), 120 unit masjid, 6 univesitas, 25 rumah sakit dan klinik, dan 19 unit pabrik.

Selain itu, 12 unit mobil ambulans hancur, 52 perahu nelayan rusak berat, 19 kantor unit pelayanan listrik hancur, 8 unit sanitasi air bersih rusak, dan 14 ribu orang kehilangan pekerjaan.(ROL)



Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini