Buku Harian Iblis

Redaksi Redaksi
Buku Harian Iblis
PERNAHKAH anda mendengar cerita/kisah pembangkangan iblis kepada Allah? Tentunya kisah itu nggak asing lagi di telinga kita. Pembangkangan itu terjadi karena iblis tidak memenuhi perintah sujud kepada Adam. Disitulah awal mula konflik antara Iblis dan manusia yang akan terus berlanjut sampai akhir zaman tiada hentinya. Namun kisah pembangkangan Iblis itu  ternyata dijadikan inspirasi oleh Herly Sauri untuk dijadikan sebuah novel fiksi yangberjudul "Buku Harian Iblis".

Dalam novel tersebut diceritakan tentang upaya iblis dalam menaklukkan manusia tangguh yang ada di muka bumi. Awal mulanya sang Iblis pembangkang merasa jenuh. Ia merasa dirinya terlalu kuat sehingga hanya dengan cara-cara sederhana, banyak manusia sudah menjadi pengikutnya. Ia menginginkan seorang lawan yang tangguh, yang akan membuatnya bersemangat sambil menunggu hari akhir tiba.

Namun Anak cucu keturunan Iblis kemudian menantangnya untuk menundukkan seorang manusia karena Anak cucu Iblis merasa kewalahan dengan manusia satu ini. Diuji dengan harta, manusia itu sudah kaya. Ditawari jabatan, ia sudah terpandang dalam masyarakat. Bahkan, istrinya pun cantik.

Karena laporan itulah akhirnya si Iblis merasa tertantang dan diapun turun ke bumi. Di bumi ia Lalu menyaru sebagai Zalbak, seorang pengusaha yang hidupnya tak terlalu lurus, tapi dapat mencitrakan dirinya sebagai orang baik dalam masyarakat.

Novel ini berakhir dengan terhinanya si iblis (zalbak) karena skenario yang iblis lakukan untuk memecah belah manusia itu hanyalah rekayasa dari manusia yang sudah mengetahui keberadaanya sejak ia turun ke bumi.

Menurut saya novel permulaannya bagus sekali namun ketika sampai di tengah saat sang iblis menyamar sebagai Zalbak, cerita kurang begitu menarik. Entah mungkin karena apa namun saya melihat disini Si Iblis terlalu terpaku dengan kekuatan yang dimiliki oleh manusia itu (Zalbak). Kalau secara logika semestinya Si Iblis bisa melakukan hal lebih meski sedang menyamar sebagai manusia. Jadi dalam novel ini Iblis terlihat bodoh dalam hal segalanya.

Selain itu menurutuku konflik juga nggak begitu "wah" karena aku melihat begitu mudahnya penyelesaian pertarungan tersebut. Namun diluar  hal itu, saya menilai bahwa buku ini juga layak untuk dibaca.


(http://rofiarif.wordpress.com)
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini