IDP-LP Sebut Harga BBM Naik, Pemerintah Perlu Tiga Hal ini

Redaksi Redaksi
IDP-LP Sebut Harga BBM Naik, Pemerintah Perlu Tiga Hal ini
Peneliti kebijakan publik lnstitute for Development of Policy and Local Partnership (IDP-LP), Riko Noviantoro.

JAKARTA - Naiknya harga BBM non subsidi Pertamax menjadi Rp 12.500 perliter perlu antisipasi dampak lanjutannya. Pasalnya perilaku konsumen akan bergeser menggunakan BBM subsidi.

"Kondisi ekonomi yang belum stabil memicu perilaku konsumen BBM berpindah dari pertamax ke pertalite," ujar peneliti kebijakan publik IDP-LP, Riko Noviantoro, Jumat (1/4/2022).

Terkait kondisi itu, lanjut Riko mengkhawatirkan pemeritnah malah terjebak masalah baru. Karena konsumen berpindah membeli BBM subsidi. Akibatnya keuangan negara malah semakin sulit.

Menyadari itu, sambung Riko perlulah pemerintah menyiapkan skema pengendalian dampak kenaikan BBM. Setidaknya ada tiga hal yang perlu pemerintha perhatikan.

"Pertama, cegah kebocoran BBM dan subsidinya. Ini penting agar bisa terukur perubahan konsumsi," ujarnya.

Kebocoroan BBM yang dimaksudkan adalah peluang upaya sejunlah pelaku untuk menimbun atau menjual BBM ke luar negeri. Sehingga terjadi kelangkaan di dalam negeri.

Untuk pencegahan ini, Riko berharap pemeritnah mengawasi ketat serta melibatkan TNI dan Polri. Karena BBM sebagai bagian dari kebutuhan yang memengu hajat orang banyak. Perlu perlindungan yang ketat.

Kedua, meneuurt Riko tindakan pemeritnah adalah mengajak pengguna mobil kelas menengah tidak mengkonsumsi pertalite. Tetapi tetap mengkonsumsi pertamax sambil mendorong perilaku hemat BBM.

"Langkah ketiga adalah menyiapkan jaringan pengaman sosial. Karena kenaikan BBM non subsidi tetap berdampak secara ekonomi," paparnya.

Kenaikan BBM non subsidi, Riko menilai tetap memiliki dampak ekonomi makro. Itu artinya masyarakat kelas bawah akan terdampak dari kenaikan harga.

Apalagi, lanjut Riko kenaikan BBM non subsidi ini terjadi jelang Ramadhan. Bersamaan pula dengan kenaikan sejumlah barang lainnya. Sehingga semakin mempersulit masyarakat.

"Saya berharap pemrtiynha lebih bijak dan berperilaku sederhana," pungkasnya. (**)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini