Terbaik di Indonesia, PN Bangkinang Jadi Tujuan Lembaga Donor

Redaksi Redaksi
Terbaik di Indonesia, PN Bangkinang Jadi Tujuan Lembaga Donor
smi/riaueditor.com
BANGKINANG, riaueditor.com- Pengadilan Negeri Bangkinang dinilai telah melaksanakan sistem informasi perkara yang terbaik di Indonesia. Hal ini pula yang membuat PN Bangkinang jadi tujuan kedatangan lembaga Donor dari Amerika Serikat, Selasa (6/5).

Lembaga itu diberi nama United of States Agency for International Development (USAID) yang membentuk Changes for Justice (C4J). Kemudian, C4J menjalin kerja sama dengan Mahkamah Agung (MA). Kerja sama itu adalah untuk membantu peradilan di Indonesia dalam bentuk pendanaan dan sistem.

Rombongan itu dipimpin oleh David Anderson selaku Pimpinan Proyek C4G. Didampingi staf C4G di antaranya, Rino Subagyo, Rully Prayoga, Farah dan Antonius sebagai penerjemah. Dua bule wanita dari USAID yakni, Yessica dan Miranda, juga ikut.

David menyebutkan, pihaknya telah menggelar pelatihan di PN Bangkinang dalam penerapan sistem informasi penanganan perkara atau Case Tracking System (CTS). Hasilnya, kata dia, PN Bangkinang termasuk yang terbaik dalam menerapkan CTS tersebut.

"Ini sesuai dengan harapan kita. Walaupun dengan sumber daya manusia dan sarana yang terbatas," ujar David. Disebutkan, PN Bangkinang adalah satu dari tiga Pengadilan yang dikunjungi. Dua lagi adalah PN Sambas di Kalimantan Barat dan PN Blangka Jeren di Nangroe Aceh Darussalam.

Rombongan juga sempat mengamati sejumlah ruangan sidang. Diakui, kondisi yang terdapat di PN Bangkinang akan menjadi bahan laporan untuk dibahas di MA.

Humas PN Bangkinang Arie Andhika Adikresna mengungkapkan, C4J juga menanyakan seputar perkara. Khususnya, perkara lingkungan dan pembalakan liar. Dikatakan, kasus pembalakan liar di PN Bangkinang meningkat pada tahun 2014. Sedangkan kasus lingkungan nihil.

Selain itu, papar Arie, perkara perdata di PN Bangkinang didominasi oleh sengketa tanah. "95 persen dari perkara perdata adalah tumpang tindih surat tanah," katanya.
Perkara itu melibatkan perusahaan dengan masyarakat, antar perusahaan dan antar perorangan, tambahnya.

"Ini juga jadi perhatian Nasional. Di Kampar termasuk paling tinggi sengketa tanah," pungkas Arie. (Smi)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini