Sinergitas Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Redaksi Redaksi
Sinergitas Tingkatkan Kesejahteraan Petani
humas riau
Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman saat buka Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pembangunan Perkebunan se-Provinsi Riau 2015.
PEKANBARU, riaueditor.com - Untuk mensejahterakan dan meningkatkan taraf hidup petani, maka keseriusan dan sinergitas instansi perkebunan, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota sangat diperlukan. Hal ini disampaikan Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman dalam rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pembangunan Perkebunan se-Provinsi Riau 2015, beberapa waktu lalu.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Riau Suparman, Bupati Rohul Achmad, Ketua DPRD Rokan Hulu Nasrul Hadi, Satker Terkait pemprov Riau, unsur Forkompinda Rohul, Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) dari 12 Kabupaten/ Kota di Provinsi Riau, pejabat di lingkungan Pemkab Rohul serta tibuan petani dan pengurus Koperasi pola kemitraan, serta perwakilan dari beberapa perusahaan.

Plt Gubri juga menyatakan bahwa acara Rakornis yang ditaja oleh Disbun Riau diharapkan mampu mensinergikan program Pemprov Riau dengan seluruh program Disbun 12 Kabupaten/ Kota.

"Menyejahterakan masyarakat itu tidak bisa dilakukan oleh salah satu pihak baik pemprov, pemkab atau pemerintah pusat. Harus ada sinergitas bersama untuk membagi kerja. Untuk itu, Rakornis ini sangat membantu agar tidak ada tumpang tindih program ke depannya," jelas Andi Rachman.

Sinergitas antara pemkab dan pemprov menurutnya sangat mampu untuk menarik dana APBN ke Riau. Karena pemerintah pusat akan mempertimbangkan kekompakan daerah dalam penyaluran dana APBN.

Sementara itu Kadisbun Riau Zulher, mengungkapkan, kegiatan tersebut dilaksanakan secara rutin dan bergilir. "Alhamdulillah, ketika program ini kita gulirkan, komunikasi antar kadisbun kabupaten/kota dengan kami yang di provinsi semakin kuat terjalin. Karena mereka merasakan bahwa kita memang memperhatikan kesejahteraan petani di daerahnya"ungkap Zulher.

Hal senada juga disampaikan oleh Bupati Rohul Achmad, dalam sambutannya mengatakan harga hasil kebun petani masih rendah karena dilatarbelakangi beberapa faktor, seperti salah dalam pemilihan bibit, kurangnya pengelolaan, serta rusaknya infrastruktur jalan.

Disamping mengekspos sektor perkebunan, Achmad juga juga melaporkan bahwa kerusakan jalan Provinsi Riau juga ikut mempengaruhi harga dari hasil kebun petani. Pasal itu, dirinya mengharapkan membantu masyarakat Rohul dalam peningkatan infrastruktur jalan.

Sektor Perkebunan Masih Primadona

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, Pemprov Riau akan terus mendorong pembangunan perkebunan. Sebab itu, seluruh kegiatan di daerah harus bersinergi dengan program pemerintah pusat.

Menurut Andi, sektor perkebunan di Riau memang masih merupakan sector pimadona di pulau Sumatera, dan nomor lima di Indonesia. Namun demikian, diakuinya, dirinya masih belum puas, karena masih ada kesenjangan antara masyarakat kelas atas, menengah, dan bawah.

"Seperti halnya salah dalam pemilihan bibit, menyebabkan petani di tingkat bawah jadi kurang diperhatikan," ujarnya.

Andi mengharapkan, seluruh Kepala Disbun di Kabupaten/ Kota benar-benar ikut membahas sektor perkebunan dengan tujuan meningkatkan taraf hidup petani.

Plt Gubri Asyadjuliandi Rachman mengaku saat ini Provinsi Riau masih kekurangan sekira 326 ribu ton beras. Dalam memenuhi kebutuhan, pasokan beras dibantu dari provinsi tetangga seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan dari pulau Jawa.

"Namun, jika desa ini bisa mengembangkan sawah, tentu akan mengurangi kekurangan beras, apalagi jumlah penduduk terus bertambah," kata Andi. (Adv/hmsriau)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini