Sambut MEA, Pemprov Riau Jaga Kearifan Budaya Lokal

Redaksi Redaksi
Sambut MEA, Pemprov Riau Jaga Kearifan Budaya Lokal
foto: Ist
Sidang Paripurna DPRD Riau Dalam Hari Jadinya Provinsi Riau Yang Ke- 58.
PEKANBARU, riaueditor.com - Filosofi pembangunan daerah Provinsi Riau mengacu kepada nilai-nilai luhur kebudayaan Melayu sebagai kawasan lintas budaya yang telah menjadi jati diri masyarakatnya sebagaimana terungkap dari ucapan Laksamana Hang Tuah, "Tuah Sakti Hamba Negeri, Esa Hilang Dua Terbilang, Patah Tumbuh Hilang Berganti, Takkan Melayu Hilang di Bumi".

Budaya Melayu adalah budaya yang dibangun atas nilai-nilai kemelayuan yang bersumber dari nilai-nilai atau ajaran Islam. Karena itu, budaya Melayu identik dengan Islam. Bagi masyarakat Riau, nilai-nilai kemelayuan yang mereka pegang tersebut baik secara sadar atau pun tidak sadar, langsung maupun tidak langsung, sesungguhnya sudah mereka jalankan selama puluhan bahkan ratusan tahun silam, jauh sebelum dicanangkannya Visi Riau 2020. Visi Riau 2020 secara eksplisit ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Riau No.36 tahun 2001 yakni, "Terwujudnya Provinsi Riau Sebagai Pusat Perekonomian Dan Kebudayaan Melayu Di Asia Tenggara Tahun 2020 Dalam Lingkungan Masyarakat Yang Agamis, Sejahtera Lahir Dan Bathin".

Guna menjaga kearifan budaya yang ada di Riau, tentulah harus didukung oleh seluruh stakeholder mengingat tak lama lagi kita akan menyambut era perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang disertai pesatnya kemajuan teknologi saat ini. Pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi Provinsi Riau.

Penegasan ini disampaikan Plt Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman pada saat dialog yang ditayang stasiun televisi lokal Riau di kantor Gubernur Riau, beberapa waktu lalu.

Dialog dengan tema Riau menuju The homeland of Melayu membahas peran serta masyarakat  setempat, Guru, Aparatur pemerintah, Lembaga Adat serta tokoh masyarakat, dalam mewujudkan Riau The Homeland of Melayu.

Kepada pihak perusahaan swasta yang ada di Provinsi Riau, Plt Gubri menghimbau agar melalui program CSR pihak swasta dapat membantu mewujudkan hal ini, Visi Riau 2020 merupakan Visi bersama untuk menjadikan Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu di Asia tenggara.

"Kita bersyukur dengan adanya visi Riau 2020 kita punya arah dalam melaksanakan program-program pembangunan Provinsi Riau. Pemerintah dan DPRD tidak bisa mewujudkan ini tanpa dukungan seluruh masyarakat Riau. Dan perusahaan swasta yang ada di Riau juga harus turut mendukung", ungkap Plt Gubri.

Riau, Tanah Tumpah Darah Melayu (The Homeland of Melayu), begitulah azam yang di nukilkan pada perhelatan hari jadi ke-58 Provinsi Riau Tahun 2015, tanggal 9 Agustus lalu. Dengan azam itu, seluruh derap langkah perencanaan dan implementasi pembangunan akan di warnai dengan nilai-nilai luhur tamaddun Melayu.

Bertepatan dengan acara tersebut, diluncurkan pula logo The Homeland of Melayu, yang berbentuk Perahu Lancang Kuning. Logo Riau the Homeland of melayu atau Riau Tumpah Darah Melayu berbentuk perahu lancang kuning yang melambangkan kejayaan atau kekuasaan Melayu seperti dicita-citakan dalam Visi Riau 2020. Dalam Visi tersebut disebutkan cita-cita besar Provinsi Riau sebagai pusat perekonomian dan kebudayaan Melayu dalam lingkungan masyarakat yang agamis, sejahtera lahir dan batin di kawasan Asia Tenggara.

Bertepatan dengan hari jadi Provinsi Riau ke 58 tahun. Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman memperkenalkan semboyan baru untuk bumi lancang kuning. `Riau, The Homeland of Melayu`.

"Tanah Tumpah Darah Melayu, takkan melayu hilang dibumi," katanya, saat sidang paripurna di Gedung DPRD Riau, Minggu (9/8/2015).

Plt Gubri, mengajak masyarakat Riau berazam menjadikan Tamadun Melayu menjadi jati diri Riau. Seluruh perencanaan dan implementasi pembangunan akan diwarnai dengan nilai luhur tamadun yang bermartabat.

"Momentum yang bersejarah ini, dengan suka cita kami menasbihkan dan perkenalkan semboyan yang akan menjadi ruh kita dalam membangun negeri melayu," ujarnya.

Tahun 2015 ini kata Andi, pemerintah Riau tengah mempersiapkan pembentukan Dinas Kebudayaan menyusul tema hari jadi Riau Membangun Pariwisata Berbasis Kebudayaan.

"Kemudian telah diterbitkan pula peraturan gubernur tentang muatan lokal," katanya.

Pagi tadi, Plt Gubernur Riau secara resmi melaunching semboyan Homeland Melayu di halaman kantor Gubernur Riau. Acara peresmian ditandai dengan pertunjukkan seni budaya tarian makan bajambau dari Kampar.

Selanjutnya dilakukan Penaburan Beras Kuning yang dibawa oleh bujang dan dara Riau serta bujang dara intelegensi di lambang dan logo the homeland melayu oleh Plt Gubernur Riau, Arsyad Juliandi Rachman, didampingi tokoh Lembaga Adat Melayu Riau Al Azhar.(Adv/hmsriau)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini