Penanggulangan Kemiskinan di Meranti (1)

Prioritas Target Bidang dan Intervensi Ketenagakerjaan
Redaksi Redaksi
Penanggulangan Kemiskinan di Meranti (1)
Foto: Humas Meranti
KABUPATEN Kepulauan Meranti berdasarkan data dari BPS tahun 2010 bersama Kabupaten Pelalawan termasuk ke dalam daerah dengan tingkat kemiskinan di atas target penurunan tingkat kemiskinan Nasional dan Provinsi Riau untuk tahun 2010, bahkan posisi tingkat kemiskinan Kabupaten Kepulauan Meranti sangat ekstrim yaitu sebesar 42,56% dibandingkan tingkat kemiskinan Kabupaten Pelalawan (14.51%) meskipun sama-sama masih di atas angka target penurunan nasional (13.33%) maupun Provinsi Riau (8.65%).

Kondisi data BPS ini merupakan gambaran keadaan Kabupaten Kepulauan Meranti secara statistic yang pada tahun 2010 ketika baru dimekarkan dari Kabupaten Bengkalis, hal ini disebabkan selama berada di dalam kabupaten induknya, penganggaran untuk kecamatan-kecamatan yang saat ini berada di dalam Kabupaten Kepulauan Meranti masih terbatas mengingat kondisi geografis wilayahnya yang berbentuk kepulauan dengan dukungan sarana infrastruktur yang saat itu masih belum baik.

Pada tahun 2011, tingkat kemiskinan Kabupaten Kepulauan Meranti masih berada pada kondisi buruk (34.53%) dibandingkan target penurunan tingkat kemiskinan oleh provinsi (8.17%) dan nasional (12.36%).

Namun, berdasarkan perkembangan tingkat kemiskinan 2010-2011 dari BPS, terjadi penurunan tingkat kemiskinan yang cukup besar dari 42.56% di tahun di tahun 2010 menjadi 34.53% sedangkan bulan Agustus 2011.

Berdasarkan data BPS Provinsi, garis kemiskinan Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2010 adalah Rp 330.327,00 per kapita per bulan sementara pada tahun 2011 garis kemiskinan mengalami peningkatan sebesar Rp 358.617,00 per kapita per bulan atau meningkat sebesar Rp 28.290,00 per kapita per bulan.

Hal ini mengindikasikan bahwa dalam dua tahun ini beban kebutuhan makanan dan non makanan minimal yang mesti dikeluarkan setiap individu di Kabupaten Meranti semakin meningkat. Pendudukan dengan kemampuan pemenuhan kebutuhan hidupnya baik makanan maupun non makanan di bawah angka tersebut dapat dikategorikan ke dalam penduduk miskin.
 
Prioritas Target
Berdasarkan perbandingan antar wilayah kabupaten/kota untuk tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Riau tahun 2010, pengangguran terbuka di Kabupaten Kepulauan Meranti sudah cukup baik, berada di bawah rata-rata tingkat pengangguran terbuka nasional maupun provinsi. Hal ini menunjukkan lapangan pekerjaan dan berusaha di Kabupaten Kepulauan Meranti pada tahun 2010 sebagai sebuah kabupaten yang baru dimekarkan sudah cukup baik dalam menyerap jumlah penduduknya yang menganggur.

Namun jika disandingkan dengan tingkat kemiskinan di tahun yang sama, maka dapat diindikasikan bahwa ketersediaan lapangan pekerjaan dan lapangan berusaha yang ada belum dapat meningkatkan taraf kesejahteraan sebagian dari penduduk Kabupaten Meranti pada tahun tersebut.

Pada tahun 2011 terjadi peningkatan tingkat pengangguran terbuka (%) menjadi 7,87% dan berada pada blok merah yang mengidentifikasikan penurunan tingkat pengangguran terbuka justru masih berada di atas capaian target nasional maupun provinsi. Dengan demikian, pengurangan tingkat pengangguran terbuka (%) merupakan salah satu prioritas dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti pada program penanggulangan kemiskinan di tahun 2011.

Prioritass Intervensi
Pengangguran terbuka disebabkan bertambahnya jumlah penduduk di Kabupaten Kepulauan Meranti yang juga menyebabkna meningkatnya partisipasi angkatan kerja dalam dua tahun, namun ketersediaan lapangan kerja dan berusaha di Kabupaten Kepulauan Meranti pada tahun 2011 belum mampu menampung jumlah angkatan kerja.

Berdasarkan data Buku Statistik Meranti Dalam Angka, 2010 diperlihatkan bahwa sebagian besar penduduk Kabupaten Kepulauan Meranti bekerja di sector pertanian seperti yang disajikan pada table di bawah ini:

Persentase Penduduk Bekerja di Lapangan Usaha Tahun 2010

LAPANGAN USAHA UTAMA                    Laki-Laki  Perempuan  Jumlah
                                
1. Pertanian                                                   50,70        57,29           52,95
2. Pertambangan dan Penggalian             1,27           0,00              0,84
3. Industri Pengolahan                                  7,70          6,19              7,19
4. Listrik dan Air Minum                                 0,31          0,00               0,20
5. Kontruksi                                                      7,73          0,00               5,09
6. Perdagangan, hotel dan restoran         11,84        19,90            14,59
7. Angkutan                                                    12,08          1,52               8,47
8. Bank dan Lembaga Keuangan lainnya  1,40          0,71              1,16
9. Jasa-jasa                                                      6,97       14,39               9,51
  
   Jumlah                                                             100          100                100





Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini