PDRB Sektoral Kepulauan Meranti Terus Meningkat

Redaksi Redaksi
PDRB Sektoral Kepulauan Meranti Terus Meningkat
Bupati Irwan MSi Meninjau Peleburan Timah di Pulau Topang.
SELATPANJANG, riaueditor.com- Perkembangan daerah saat ini menjadi isu utama bagi Kabupaten Kepulauan Meranti. Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan Kabupaten baru yang dimekarkan dari Kabupaten Bengkalis, efektifitas pembangunan tentunya menjadi harapan masyarakat.

Untuk pembangunan suatu daerah harus tetap diwujudkan pada keseimbangan dan pemerataan hasil pembangunan itu sendiri, tentunya sesuai dengan karakteristik daerah dan potensi sektor ekonominya.

Kabupaten Kepulauan Meranti dbentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti di Provinsi Riau memiliki potensi pertanian memadai. Sehingga pembangunan yang di titik beratkan pada sektor pertanian diarahkan untuk memacu pengembangan sektor industri, perdagangan dan jasa pariwisata serta sektor-sektor lainnya.

Secara umum, tujuan pembangunan bidang ekonomi khususnya pada sektor-sektor andalan tersebut adalah untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian dapat tercipta stabilitas ekonomi yang sehat  dan dinamis agar tercapai kemakmuran.

Untuk melihat struktur dan tingkat pertumbuhan ekonomi, dapat diketahui dari hasil penghitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun ke tahun. PDRB maupun agregat turunannya disajikan dalam dua versi penilaian, yaitu atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga konstan 2000.

PDRB atas dasar harga berlaku masih dipengaruhi oleh faktor inflasi (adanya fluktuasi harga). Sedangkan atas dasar harga konstan, faktor inflasi tersebut sudah dihilangkan. Dengan demikian PDRB atas dasar harga konstan 2000 benar-benar menggambarkan kenaikan pendapatan yang rill tanpa pengaruh kenaikan harga.

Laju pertumbuhan ekonomi menunjukkan perkembangan agregat pendapatan (PDRB) dari satu waktu tertentu terhadap waktu sebelumnya (perkembangan berantai). Pertumbuhan ekonomi yang tinggi juga merupakan salah satu sasaran utama yang perlu dicapai dalam pelaksanaan pembangunan.

Laju Pertumbuhan Ekonomi

Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kepulauan Meranti pada tahun 2012 yaitu 8,19% menunjukkan angka yang menurun jika dibandingkan pada tahun sebelumnya, yaitu sebenar 8,45%. Namun secara absolute, pertumbuhan ekonomi 2012 semakin membaik. Berdasarkan perhitungan PDRB atas harga konstan 2000, laju pertumbuhan ekonomi (termasuk migas) Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2012 mencatat partumbuhan yang
positif yaitu 4,99 persen. Perkembangan yang cukup melambat dibandingkan tahun sebelumnya.

Pola pertumbuhan ekonomi Kepulauan Meranti masih menunjukkan ketergantungannya terhadap sektor-sektor ekstraktif, terutama migas. Jika migas diabaikan, PDRB Kabupaten Kepulauan Meranti meningkat di atas 7 persen per tahun selama 2007-2012. Karena sektor migas mengalami pertumbuhan yang relatif lamban bahkan negative, sehingga perekonomian Kepulauan Meranti secara menyeluruh hanya bisa tumbuh di
bawah 6 persen per tahun.

PDRD menurut lapangan Usaha Tahun 2010-2012 mengindikasikan sektor bangunan mengalami pertumbuhan tercepat selama tahun 2012. Sektor bangunan meningkat 15,65 persen. Hal ini menunjukkan antusiasme ekonomi terhadap kabupaten yang baru mengalami pemekaran.

Sektor berikutnya yang mengalami pertumbuhan terbesar kedua adalah sektor keuangan, sewa dan jasa perusahaan, disusul sektor transportasi dan komunikasi yang masing-masing tumbuh 13,08 persen dan 10.85 persen.

Sektor yang pertumbuhannya di atas total PDRB (non migas) terdiri dari sektor industri pengolahan, sectorbangunan, keuangan, sewa dan jasa perusahaan, transportasi dan komunikasi, perdagangan, hotel dan restoran, listrik, gas dan air bersih serta sektor jasa. Sedangkan sector pertanian dan pertambangan dan penggalian mengalami pertumbuhan di bawah pertumbuhan total PDRB, dengan pertumbuhan masing-masing 4,77 persen dan -1,80 persen.

Kontribusi Sektoral

Pada tahap awal pertumbuhan ekonomi, sektor pertanian menjadi yang terpenting. Seiring dengan membaiknya teknik pertanian, maka produktifitas dan hasil dari pertanian itu sendiri akan mengalami peningkatan.

Keadaan ini pada gilirannya memungkinkan berkembangnya sektor perindustrian yang menghasilkan peralatan dan barang kebutuhan dasar atau lebih dari itu. Tahap selanjutnya, seiring dengan peningkatan kekayaan dan potensi, produktifitas masyarakat akan mendorong pada pemenuhan kebutuhan-kebutuhan kepuasan yang menggiring pada terciptanya sektor jasa.

Beralihnya struktur sebagian masyarakat dari sektor pertanian ke sektor ekonomi lainnya dapat dilihat dari besarnya peranan masing-masing sektor ini terhadap pembentukan PDRB. Selama tahun 2007-2012, tidak termasuk migas, contributor terbesar terhadap PDRB tetap diberikan sektor pertanian. Sumbangan sector ini pada 2007-2012 di atas 30 prsen, pada tahun 2012 sebesar 33,66 persen, atau sedikit
lebih rendah sebesar 1,4 persen dari tahun 2011.

Sektor terbesar kedua dengan kontribusi terbesar adalah sektor industri pengolahan yang sedikit meningkat menjadi 30,80 persen pada tahun 2012 dari 30,21 persen pada tahun sebelumnya. Sektor berikutnya yang kontribusinya signifikan adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran, yakni sekitar 22,68 persen, diikuti berikutnya oleh sektor jasa dengan andil sekitar 4,73 persen.

Ada pun sumbangan lima sektor lainnya masih kurang dari 4 persen, dengan yang terkecil adalah sektor pertambangan dan penggalian hanya sebesar 0,03 persen.

Perbandingan PDRB Kepulauan Meranti dengan Provinsi Riau

Selama tahun 2011, berdasarkan harga berlaku PDRB per kapita (tanpa migas) Kabupaten Kepulauan Meranti sebesar Rp40,29 juta. Pada tahun 2012 meningkat menjadi 47,54 juta rupiah, atau 17,98 persen lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.

Sejalan dengan PDRB perkapita, pendapatan per karpita (tanpa migas) atas harga berlaku pada tahun 2012 sebesar 43,46 juta rupiah atau meningkat sebesar 17,99 persen dari tahun 2011 Tahun 2007 – 2012 komposisi sektoral perekonomian Kabupaten Kepulauan Meranti masih  terlihat tidak jauh berbeda dengan kondisi di Provinsi
Riau. Sektor migas masih cukup mendominasi PDRB di kedua cakupan wilayah ini.

Pada tahun 2007, peranan sektor pertambangan dan penggalian di Kabupaten Kepulauan Meranti mencapai lebih dari 30 persen (33,66%) dari PDRB, begitu juga pada level provinsi Riau yang besarnya lebih dari 40 persen (44,27%). Seiring dengan perubahan struktur ekonomi, maka ke depan peranan migas dalam PDRB akan menurun.

Penurunan peran migas terlihat pada tahun 2012, baik di Kabupaten Kepulauan Meranti maupun Provinsi Riau. Secara umum peranan sektor migas mengalami penurunan menjadi 19,62 persen dan 36,80 persen.

Dengan mengabaikan migas, berdasarkan klasifikasi 9 sektor, terlihat baik di Kabupaten Kepulauan Meranti maupun propinsi Riau juga mempunyai pola struktur ekonomi yang relatif sama. Tiga sektor terbesar penggerak ekonomi baik ke Kabupaten Kepulauan Meranti dan Provinsi Riau adalah sektor pertanian, industri pengolahan dan sektor hotel, perdagangan dan restoran.(Adv/je)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini