DPRD Papua Belajar ke Riau, Minta Masukan Terkait Pelaksanaan PON

Redaksi Redaksi
DPRD Papua Belajar ke Riau, Minta Masukan Terkait Pelaksanaan PON
foto: Ist
DPRD Papua Belajar ke Riau, Minta Masukan Terkait Pelaksaanaan PON.
PEKANBARU, riaueditor.com - Sebagai salah satu provinsi yang sukses melaksanakan Pekan Olahraga Nasional (PON), Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Papua, Selasa (3/11) mengunjungi DPRD Provinsi Riau dalam rangka bertukar pikiran seputar pelaksanaan PON, dimana Provinsi Papua pada 2020 mendatang sebagai tuan rumah pelaksanaan PON ke XX.

Sekretaris Komisi V DPR Papua, Nason Utty mengatakan, Riau dijadikan sebagai tempat kunjungan dikarenakan Riau sebelumnya pernah menyelenggaraan PON XVIII tahun 2012.

"Hari ini, rapat untuk masukan teman-teman Riau sebagai penyelenggara PON kemarin, karena Papua akan menjadi tuan rumah di tahun 2020," ujar Nason Utty.

Pihaknya juga ingin meminta masukan dan arahan terkait helat pesta olahraga empat tahunan tersebut, karena Riau sudah berpengalaman dalam menggelar PON. Ini akan menjadikan penguatan bagi Papua untuk menyelenggarakannya nanti dengan baik.

"PB PON sudah dilantik Kemenpora, tapi harus mendapatkan semua pihak terkait penyiapan infrastruktur dan managemen, sehingga dapat terpuaskan para pencinta olahraga di tanah air," jelasnya.

Pihaknya sendiri saat ini sudah melakukan kunjungan ke beberapa daerah yang pernah melaksanakan PON, yakni Surabaya, DKI Jakarta dan Bandung. "Di Riau ini baru 3 tahun lalu sudah dilaksanakan dan tahun depan di Bandung. Di sini yang paling penting pandangan dan masukan dari Pemda yang menyelenggarakan PON ini," tutupnya.

Kedatangan Rombongan DPRD Papua ini sendiri diketuai wakil ketua Nioluen Kotouki didampingi Nason Utty selaku Sekretaris DPRD Papua dan anggota DPRD Papua yakni Maria Duwitau, Iknas Mimin, Jacob Komboi, Natan Pahabol dan Gerson Soma.

Selain disambut oleh Komisi E, Dispora Riau dan KONI Riau juga turut hadir dalam kunjungan DPR Papua dan DPRD Kampar. Menurut keterangan staf ahli DPRD Riau, Imran, kedatangan mereka untuk sekedar sharing seputar pelaksanaan PON.

"Mereka datang untuk sharing saja dengan Komisi E yang membidangi tentang olahraga. Karena pada tahun 2020 mereka mau jadi tuan rumah PON setelah Jawa Barat," katanya.

Dalam helat PON 2012 lalu, provinsi Riau bisa dikatakan sukses mengundang ribuan atlit dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Dalam penyelenggaraan beberapa Cabor, rekor terpecahkan, bahkan rekor setingkat Asia.

Meski minim pemecahan rekor nasional, PON Riau mampu memecahkan rekor Asia dan satu rekor SEA Games. Adalah lifter putri asal Jawa Barat, Lilis Idaningsih yang berhasil memecahkan rekor Asia. Ia memecahkan rekor Asia untuk nomor angkat berat di kelas 84 kilogram dengan total angkatan 637 kilogram. Capaian Lilis mengalahkan rekor Asia sebelumnya yang dipegang lifter Cina, Chang Yawen dengan total angkatan 625 kilogram.

Sementara rekor SEA Games dipecahkan pelari Eddy Zakaria dari Jawa Timur. Eddy memecahkan rekor SEA Games di nomor lari 110 meter gawang dengan waktu 13,7 detik, mengungguli pelari Thailand, Jamras Rittidet.

Tak hanya DPRD Papua saja yang berkunjung ke DPRD Riau, DPRD Kampar juga mendatangi DPRD Riau.

Kunjungan DPRD Kampar tersebut juga dalam rangka seputar olahraga, yakni mengenai pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Kabupaten Kampar.

"Kalau Kampar seputar Porprov, karena merekakan mau jadi tuan rumah," katanya. (Adv/hmsriau)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini