Warga Desa Tanah Merah Pertanyakan Kelanjutan Pilkades

Redaksi Redaksi
SiakHulu(riaueditor)- Saat ini Panitia Pelaksana (Panpel) Pemilihan Kepala Desa (PilKades) Tanah Merah, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar telah melakukan penyusunan rancangan jadwal kerja dan tahapan-tahapan. Namun, seakan berada di jalan buntu dalam mensukseskan Pilkades untuk priode 2013-2019.

Dari pantauan lapangan, Kamis (3/1) di Kantor Desa Tanah Merah itu mulai tampak pemasangan spanduk-spanduk dari elemen masyarakat yang mempertanyakan pelaksanaan Pilkades tersebut. Spanduk diantaranya Karang Taruna, Persatuan Mahasiswa Desa Tanah Merah, dan Lembaga Peduli Masyarakat Tanah Merah.

Ramzi Durin SH MH dari salah seorang Forum Pemuka Masyarakat Desa Tanah Merah kepada wartawan, Kamis (3/1) mengakui kini sedang dilakukan proses Pilkades, tapi tampaknya ada pihak-pihak yang seakan mengintervensi. Sehingganya Panitia belum bisa melakukan kerjanya secara optimal sesuai jadwal.

"Kalau dari jadwal yang disusun Panpel itu memang sudah benar. Hanya saja itu ada semacam tekanan terhadap Panpel oleh Pemkab Kampar. Makanya, sekarang ini terkesan tidak berjalan sebagaimana yang
diharapkan. Dan wajar jikalau warga Desa Tanah Merah mempertanyakan. Pemkab terkesan tidak peduli," katanya.

Buktinya sebut Ramzi, proses Pilkades masih tersendat pada jadwal test Balon yang seharusnya saat ini sudah ada persetujuan dari Pemkab. Karena belakangan ini, Pemkab Kampar menerbitkan SK baru yang menimbulkan resah warga Desa Tanah Merah. Namun diharapkan Panpel tetap melaksana tugasnya.

"Kita sudah mempertanyakan pada BPD sebagai yang mengawas kelanjutan Pilkades ini. Begitu juga pada Panpel untuk tetap bekerja sesuai schedule yang disusun dalam Pilkades. Karena warga Desa Tanah Merah sangat berharap dilaksanakannya Pilkades, sebab sudah ada empat Balon dinyatakan lulus verifikasi," ujarnya.

Sementara itu Wakil Ketua BPD Tanah Merah Zulkarnain, mengakui saat ini mulai tampak ada keresahan warga Desa Tanah Merah akan kelangsungan Pilkades. Maka, beberapa waktu lalu ada elemen masyarakat yang mempertanyakan ke BPD. Hal ini juga sudah disampaikan ke Panpel akan kepastian pelaksanaan Pilkades itu.

"Kita juga telah menerima keluhan warga. Dan ini sudah disampaikan ke Panpel. Bahkan, pihaknya sudah empat kali ke Kampar untuk mempertanyakan ini kepada Asisten I Nukman dan Kabag Pemdes. Tapi, sampai saat ini hasilnya masih nihil dan bagaimanapun Pilkades memang harus dilaksanakan," terang Zulkarnain.

Terkait hal ini Damrie SH selaku Ketua Panpel Pilkades Tanah Merah saat dimintai tanggapannya, mengatakan, sebagai Panpel kegiatan ini pihaknya sudah berbuat dengan menyusun jadwal. Tapi, tampaknya hingga kini Pemkab Kampar belum berniat merestui pelaksanaannya. Kondisi ini,
dibuktikan untuk tahapan test Balon.

"Kami dari Panpel sudah menyusun jadwal. Namun, tampaknya jadwal disusun ini ingin dimentahkan lagi oleh Pemkab Kampar, buktinya hingga kini proses untuk test Balon Kades sebanyak empat orang yang lulus verifikasi itu belum dapat restu dari Pemkab Kampar. Ini memang menjadi beban bagi kami," katanya.

Dijelaskannya, memang test Balon Kades itu dilaksanakan sesuai jadwal tanggal 6 hingga 16 Januari 2013. Tetapi disaat Panpel mempertanyakan ini kepada Asisten I Nukman, terkesan dari bahasa
yang disampaikan saat bertemu dia (Nukman,red) ketika diruang kerjanya. Menyarankan adanya penundaaan.

Ditempat terpisah, Asisten I Nukman dihubungi terkait hal ini melalui seluler tidak mendapatkan jawaban. Begitu juga halnya dengan Camat Siak Hulu Syamsuir dihubungi melalui selulernya, tidak mendapatkan jawaban. Dan dikirimkan pesan singkat, hingga berita ini diturunkan tidak mendapatkan balasan.(das)
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini