Polemik Pilkades Buluh Cina, Tim Penguji Pernah Minta Uang

Redaksi Redaksi
[caption id="attachment_3777" align="alignleft" width="200"] illustrasi[/caption]

SIAKHULU(riaueditor)-Aslinur Datuk Puto Marajo, pemangku adat di Desa Buluh Cina Kecamatan Siak Hulu, merasa prihatin dengan polemik Pemilihan Kepala Desa saat ini. Aslinur menduga tes kemampuan Balon Kades terindikasi dicurangi.

Pengakuan Ninik Mamak, Aslinur mengatakan bahwa tim penguji dari Kecamatan pernah meminta uang kepada salah satu bakal calon namun tidak dikasi. “Itu pengakuan yang kami terima," ujar Datuk Puto Marajo pada riaueditor tadi malam.

Oleh karena itu, ia menilai pengumuman Balon Kades yang lulus tes tidak objektif penilaiannya. Aslinur berharap SK yang diterbitkan Bupati ditinjau ulang dan diperbaiki. “Empat Balon yang mengikuti tes lebih baik diluluskan saja untuk mencegah terjadinya kemungkinan buruk di masyarakat, Dari pada rebut kampong kami,” kata Aslinur.

Jika permintaan itu tidak bisa dipenuhi, Aslinur menawarkan kepada Bupati Kampar agar memperpanjang masa kerja pejabat sementara Kepala Desa saat ini.

Diketahui, empat bakal calon yang mengikuti tes yakni Azrianto, Ali Amran B, M. Ralis T. dan Kasmi. Belakangan tim penguji hanya meluluskan Ali Amran dan M. Ralis T.(smi)
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini