Pipa Chevron Bocor, Rendam Rumah Warga

Redaksi Redaksi
[caption id="attachment_518" align="alignleft" width="144"] Pipa Chevron Bocor, Rendam Rumah Warga[/caption]

Bangkinang(Riau Editor)- Warga RT 20/RW 05, Desa Petapahan, Kecamatan Tapung digegerkan dengan bocornya pipa milik PT Chevron Pasific Indonesia (CPI). Akibatnya, ribuan liter minyak mentah merendam pekarangan dan dua rumah penduduk.

Menurut seorang warga Boru Barus, kebocoran pipa terjadi pada Senin (29/10/2012) siang sekitar pukul 13.20 WIB. Pipa tersebut tepat berada di depan rumahnya. Dikatakan, seketika itu dia dan warga lainnya langsung panik.

Pasalnya, tumpahan minyak mengalir begitu derasnya hingga menggenangi lantai rumah. Minyak mentah dengan suhu panas yang bersumber dari kebocoran pipa mengeluarkan mengeluarkan uap seperti asap.

"Saya langsung melapor ke sana sini. Tapi sempat nggak ada tanggapan, saya juga melapor ke base camp salah satu kontraktor PT CPI yang memang letaknya tepat di depan lokasi pipa bocor tersebut, dan ketemu seorang karyawan” ujarnya.

Dikatakannya, penanganan dari PT CPI baru tiba di lokasi sekitar pukul 18.00 WIB. Minyak dibersihkan dari rumah penduduk dan digeser ke lahan kebun kelapa sawit di pekarangan belakang rumah penduduk.  Sayangnya, ia enggan beri penjelasan lebih jauh terkait bocornya pipa itu.

"Perusahaan sudah berbicara dengan kami. Sudah kami tanda tangani surat pertanggung jawaban pihak perusahaan. Nanti kalau tidak dikabulkan perusahaan, barulah diwawancara lagi," ujar Barus tanpa menyebutkan bentuk ganti ruginya.

Pantauan riaueditor di lokasi, Selasa (30/10/2012), polisi sudah memasang garis kuning. Sementara sebuah alat berat diturunkan untuk menimbun bekas tumpahan minyak itu. Puluhan karyawan juga ikut melakukan pembersihan lokasi. Pipa bocor juga dilas.

Tak seorang karyawan PT CPI yang berada di lokasi bersedia memberikan keterangan. Hanya seorang karyawan yang menghampiri Riau Editor dan mengatakan pipa bocor adalah hal yang biasa. Menurutnya, kebocoran bisa diakibatkan oleh aktivitas masyarakat dan kendaraan lalu lalang di sekitar pipa. "Dulu kan nggak ada orang di sini," pungkasnya.(smi)
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini