Pasca Bentrok, Satu Korban Mahasiswa Dirawat Intensive di RSUD Arifin Achmad

Redaksi Redaksi
[caption id="attachment_1946" align="alignleft" width="340"] Dedek, salash satu korban bentrok polisi vs mahasiswa di gedung DPRD Kampar, terpaksa dirawat intensive di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.[/caption]

PEKANBARU(riaueditor)- Puluhan mahasiswa Kampar yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia (GPPI - Kampar) yang melakukan Aksinya di Gedung DPRD Kabupaten Kampar, akhirnya bentrok dengan aparat Polisi yang di tugaskan mengamankan aksi tersebut.

Massa yang datang dengan menggunakan puluhan sepeda motor Itu memulai aksinya pukul 10.30 Wib sambil berorasi. Mereka meminta pendidikan gratis mulai SD,SMP dan SMA wajib di Perdakan mulai tahun 2013 mendatang.

Mereka minta untuk diizinkan masuk ke dalam gedung guna bertemu dengan anggota DPRD Kampar yang sedang rapat. Aparat Satpol PP dan Polisi dari Polres Kampar tidak mengizinkan mereka masuk dengan alasan anggota dewan tersebut sedang bersidang.

Setelah lebih dari satu jam berorasi, akhirnya sekital pukul 12.30 Wib puluhan massa pendemo itu di bubarkan paksa oleh aparat yang mengawal aksi tersebut. Enam mahasiswa terkena pukulan dan tendangan aparat.

Seperti yang direlease sebelumnya, Kapolres Kampar AKBP Trio Santoso mengatakan tindakan tegas terpaksa dilakukan karena mahasiswa memaksakan diri hendak mendobrak masuk ke ruang rapat badan anggaran.

Salah seorang korban mahasiswa STIE Kampar, Dedek (23) sempat di larikan ke Rumah Sakit Umum di Bangkinang untuk di lakukan pertolongan. Pada sore harinya Dedek di larikan ke Rumah Sakit Arifin Ahmad Pekanbaru untuk di lakukan perwatan lebih intesive.

Arfan rekan korban yang di konfirmasi riaueditor di RSUD Arifin Achmad pada Kamis (29/11) sekitar pukul 21.00 Wib sangat menyayangkan perlakuan aparat Kepolisian.

Awalnya aparat yang memulai provokasi, tapi mahasiswa tidak terpancing dan dalam keadaan tenang. Lebih kurang setengah jam setelah itu mahasiswa belum juga di izinkan masuk keruang Banggar untuk menjumpai angota Dewan yang sedang rapat.

Akhirnya mahasiswa memaksa masuk lalu di pukuli secara brutal oleh oknum Kepolisian.

"Besok pagi kita berencana akan melaporkan kasus pemukulan ini ke Polda Riau didampingi Kuasa Hukum dari LBH Kampar dan LBH Riau," kata Arfan.(dm)
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini