PMRJ Taja Dialog dan Silaturahmi, Bersatu Membangun Riau

Redaksi Redaksi
Jakarta(riaueditor)- Persatuan Masyarakat Riau Jakarta (PMRJ) Taja Dialog Silaturrahmi dengan tema Bersatu Membangun Riau. Dialog yang dipandu oleh Aziz Tabligh ini berlangsung dari pukul 19.00 Wib hingga pukul 22.30 Wib Kamis malam (22/11) di Hotel Santika Petamburan Jakarta.

Dialog dihadiri oleh puluhan tokoh masyarakat Riau yang ada di Jakarta. PMRJ juga mengundang anggota DPR RI dan DPD RI asal Riau. Namun, sebelas dari anggota DPR RI asal Riau yang hadir hanya P. Siagian dari Partai PDI Perjuangan, serta tiga orang dari DPD RI diantaranya ibuk Maimanah Umar, Abdul Gafar Usman dan Intsyiawati Ayus.

Dalam paparannya, Intsiawati Ayus mengkritisi sulitnya membangun komunikasi dan koordinasi dengan pejabat daerah, baik provinsi maupun kabupaten kota. “Intinya yang kita perlukan bagaimana spirit komunikasi itu bisa terbangun antara legislatif dan eksekutif yang ada di daerah,” imbuhnya.

Senada dengan Intsiawati, anggota DPD asal Riau lainnya, Abdul Gafar Usman juga menyuarakan pengalaman serupa ketika menghubungi tiga nomer handphone kepala dinas PU, namun tidak satu pun yang bisa dihubungi, ketusnya.

“yang penting bagi saya koordinasi itu intinya adalah kepastian yang diperoleh dari dua orang atau dua instansi,” terangnya.

Sementara Maimanah Umar mengingatkan bahwa Riau hanya mendapatkan 15% dari Dana Bagi Hasil (DBH) daerah berdasarkan undang-undang nomor 33 tahun 2004. Sementara 2 propinsi di Indonesia yang menyandang otonomi khusus, yaitu Papua dan Aceh memperoleh 70% dari hasil sumberdaya alamnya kembali untuk daerahnya.

“Sekarang Pansus DPD RI sedang memperjuangkan 40% DBH Riau, kebetulan saya salah satu dari 15 orang anggota Pansus DPD RI. Namun, DPD RI tidak bisa langsung membuat keputusan untuk merevisi UU Nomor 33 tahun 2004 itu,” ujar Maimanah.

Lanjut Maimanah, untuk mensiasati kenaikan DBH Riau dari 15% menjadi 40%, kami anggota DPD RI asal Riau sepakat akan memperjuangkannya bersama anggota DPR RI asal Riau.

Sedikit mau saya tambahkan, lanjut ibuk Maimanah, ketika kami anggota DPD RI turun ke kabupaten Pelalawan, disana itu terdapat Selancar Bono yang ternyata lebih hebat dari yang ada di Mexico. Kami sepakat akan mengangkat objek wisata Bono ke tingkat Nasional agar dibiayai secara Nasional.

“Saya dan kawan di Komite 3 mengusulkan, nanti pada tanggal 4 s/d 6 Desember ada rujukan RUU Pariwisata, Insya Allah telah disetujui tempatnya di Riau, jadi kepada kawan di daerah sampaikan kajian-kajian tentang pariwisata kita yang ada di Riau itu,” ungkap Maimanah.

Tokoh Masyarakat Riau Syarwan Hamid, mengapresiasi dialog yang ditaja PMRJ sangat positif, apalagi bisa diteruskan secara berkala dan berkesinambungan.

“Saya mengharapkan pertemuan seperti malam ini bisa menghadirkan pimpinan daerah, katakanlah yang pertama ini masih cincai-cincai, tapi ke depan baiknya bisa menghadirkan gubernur atau wakil gubernur atau bupati, tokoh masyarakat, anggota DPR, yang bisa merespon persoalan itu langsung karena menyangkut kebijakan,” ungkap Syarwan. (harja)
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini