Alumni ITB Ini Jadi Sekjen PSSI Perempuan Pertama, Bagaimana Kisahnya?

Redaksi Redaksi
Alumni ITB Ini Jadi Sekjen PSSI Perempuan Pertama, Bagaimana Kisahnya?
(Foto: Istimewa)
Ratu Tisha

JAKARTA - Sosok Sekretaris Jendral Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang baru, Ratu Tisha Destria kini tengah jadi sorotan bagi pecinta persepakbolaan tanah air. Pasalnya, Tisha merupakan perempuan pertama yang menjabat sebagai Sekjen PSSI.

Rupanya, gadis cantik ini merupakan alumni di salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung. Ya, Ratu Tisha Destria pernah tercatat sebagai mahasiswa jurusan Matematika di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Ia mengaku kecintaannya pada dunia sepak bola dimulai dari bangku SMA saat dirinya turut andil dalam manajerial klub sepak bola di sekolahnya. Hal ini, akunya, berlanjut hingga di bangku kuliah. Di ITB, Tisha sendiri merupakan manajer tim sepak bola ITB.

Usai lulus dari ITB, Tisha mengaku rasa cintanya pada sepak bola dan matematika mendorongnya menjadi salah satu inisiator dalam pembentukan salah satu perusahaan penyedia jasa manajemen data dan statistik sepak bola.

Ia lantas bekerja di suatu perusahaan minyak dan gas sebelum melanjutkan studi S-2 di Eropa. Bahkan, Tisha merupakan satu-satunya perempuan di Asia yang mendapat beasiswa FIFA Master International Master in Management, Law, and Humanities of Sports di Eropa.

Tisha mengaku dirinya mengalami proses yang panjang sebelum mendapat beasiswa. "Tak hanya melulu sepak bola yang diuji, namun juga wawasan tentang industri secara umum dan perekonomian pun harus dipahami," kata Tisha seperti dilansir dari laman ITB, Selasa (1/8/2017).

Ia tak memungkiri rasa bangganya atas kepercayaan PSSI yang mengangkatnya jadi Sekjen. Jadi Sekjen PSSI perempuan pertama, Tisha mengatakan hal itu merupakan refleksi kesetaraan gender dalam tubuh persepakbolaan Indonesia.

Capaian prestasi dan tanggung jawab baru yang harus diemban Tisha merupakan suatu bentuk konsistensi diri pada sesuatu yang dicintai. Tisha berpesan bagi para generasi muda, khususnya mahasiswa untuk terus fokus pada apa yang dikerjakan dan tetap meluangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang dicintai meski tak ada hubungannya dengan yang dipelajari semasa kuliah.

"Apapun yang dikerjakan, lakukan semaksimal mungkin karena itu akan membuat kita terus melangkah konsisten ke depannya," pesan dia.

(sus/okezone)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini