Tim PPLN Pekanbaru Masih Telusuri Keberadaan 26 Pengungsi Rohingya yang Kabur dari Penampungan

Redaksi Redaksi
Tim PPLN Pekanbaru Masih Telusuri Keberadaan 26 Pengungsi Rohingya yang Kabur dari Penampungan
Kepala Badan Kesbangpol Kota Pekanbaru, Zulfahmi Adrian.

PEKANBARU - Tim Penanganan Pengungsi Luar Negeri (PPLN) Pekanbaru masih menelusuri keberadaan 26 orang pengungsi Rohingya asal Myanmar yang kabur dari akomodasinya pada Selasa (24/5/2022) kemarin.

Ada dugaan para pengungsi Rohingya di Kota Pekanbaru itu berencana menyebrang ke Malaysia usai melarikan diri.

"Kita belum mengetahui keberadaan pengungsi ini, apa mereka menyebrang ke Malaysia atau belum," ujar Kepala Badan Kesbangpol Kota Pekanbaru, Zulfahmi Adrian, Selasa (31/5/2022).

Pengungsi asal Rohingya ini tidak diketahui kabarnya setelah kabur dari akomodasi. Ia menyebut bahwa tim bercermin pada pengalaman pengungsi Rohingya kabur di Aceh.

Pengungsi Rohingya biasanya tidak ingin kembali ke akomodasi yang ada setelah melarikan diri. Keberadaan mereka pun tidak diketahui hingga kini.

"Setelah kabur melarikan diri itu, tidak tahu juga kita kemana perginya," paparnya.

Dirinya mengatakan bahwa tim masih menerima informasi dari masyarakat bila mengetahui keberadaan para pengungsi. Apalagi pengawasan terhadap pengungsi hingga ke daerah luar Kota Pekanbaru masih minim.

Tim PPLN pun kordinasi dengan instansi terkait. Mereka berencana segera menggelar rapat satgas membahas permasalahan ini dengan tim.

Zulfahmi menyebut bahwa tidak hanya pengungsi yang kabur ke Malaysia. Ada juga pengungsi yang kabur ke Indonesia dari Malaysia sehingga pengawasan di wilayah perbatasan sangat dibutuhkan.

"Kita sudah sampaikan ke satgas nasional, agar menjadi atensi. Sehingga kita bisa kordinasi dalam pengawasan wilayah perbatasan," ujarnya. (**)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini