Soal Kasus Penculikan Anak, KPAI Ajak Masyarakat Mengawasi

Redaksi Redaksi
Soal Kasus Penculikan Anak, KPAI Ajak Masyarakat Mengawasi
Ilustrasi.(Foto: Ist)

JAKARTA - Berbagai info kasus penculikan anak di Indonesia, membuat khawatir masyarakat, khususnya lagi orang tua yang memiliki anak usia antara 1-12 tahun. Isu yang terdengar, usia ini rentan menjadi target pelaku penculikan anak.

Meski banyak di antara berita yang beredar, beberapa kasus penculikan anak tak benar atau hoaks, beberapa kasus lainnya dapat dipastikan kebenarannya. Orang tua memang mesti waspada.

Ada berbagai penyebab anak diculik. Seperti perebutan kuasa asuh anak yang melibatkan lapisan keluarga besar, alasan faktor ekonomi sehingga anak menjadi jaminan, menculik anak karena pusaran konflik orang dewasa, dibawa orang yang dikenal atau terdekat karena alasan tertentu.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengingatkan pentingnya lingkungan ramah anak yang menyertakan pengawasan bersama. Dalam hal perlindungan anak dalam sebuah keluarga, lingkungan dan masyarakat, tidak bisa meninggalkan peran satu orang pun di sekitar anak.

KPAI mengajak lebih banyak masyarakat memperhatian kondisi anak dan lingkungannya.

"Sekecil apapun peran masyarakat dalam ikut mengawasi bersama menjadi bagian dalam meningkatkan perlindungan anak dari lingkungan terdekat," sebut Jasra Putra, Wakil Ketua KPAI.

KPAI menekankan pentingnya peran RT RW untuk ikut membantu peran perlindungan anak di lingkungannya. KPAI juga mengusulkan seksi perlindungan anak di tingkat RT RW.

"RT RW juga memiliki peran pelopor dan pelapor, karena ini faktor utama menghindari potensi penculikan sejak awal. Karena kita tahu, anak-anak tidak bisa membela dirinya sendiri," ujar Jasra seperti dilansir riaueditor.com dari Republika.

Jasra berharap tidak ada lagi kasus penculikan anak di Indonesia "Semoga semakin banyak ruang aman untuk anak, baik di rumah, keluarga, lingkungan, masyarakat maupun kehidupan media sosial mereka," harap Jasra.

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini