Sekuriti PT. IES di Siak Hulu Berharap Gaji Segera Dibayarkan

Redaksi Redaksi
Sekuriti PT. IES di Siak Hulu Berharap Gaji Segera Dibayarkan
Ist
Sekuriti PT. IES saat melakukan aksi beberapa waktu lalu menuntut hak mereka yang belum dibayarkan.(Foto: Ist)

PEKANBARIU - Menjadi seorang security bukanlah pekerjaan yang ringan, karena harus mempunyai rasa tanggungjawab yang besar terhadap keamanan objek dan wilayah yang harus dijaganya.

Merasa sudah menjalankan tanggungjawab yang telah diberikan oleh Perusahaan tempat mereka bekerja, empat orang security yang melaksanakan pengamanan di areal PT. Indo Energy Solutions (IES) yang berlokasi di kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, kecewa lantaran tidak mendapatkan gaji.

Keempat orang security tersebut yakni Rizky Erlangga, Ari Seventia, M. Adi Gunawan dan Suhartono, mereka merupakan tenaga kerja outsourcing dari PT. Tiga Garda Perkasa (TGP) yang menjalin kerjasama dengan PT. IES dalam jasa keamanan.

Rizky Erlangga mengatakan ia bersama tiga orang lainnya adalah outsourcing dari PT. TGP yang ditempatkan di PT. IES sebagai security sejak akhir bulan Oktober 2021 lalu dan belum menerima gaji untuk bulan Oktober tahun 2022.

Saat dikonfirmasi kepada PT. TGP terkait permasalahan gaji keempat tenaga outsourcing tersebut, Akhmad Muthalib selaku Manager Operasional menerangkan bahwa mereka belum mendapatkan invoice pembayaran gaji keempat security tersebut selama tiga bulan dari PT. IES.

"Invoice mereka itu belum dibayarkan oleh PT. IES ke kami, sudah tiga bulan. Namun kami sudah membayarkan dua bulan gaji ke mereka dengan uang perusahaan kami sendiri untuk menanggulanginya dulu," kata Akhmad Muthalib saat dihubungi via seluler.

Akhmad Muthalib menyebutkan, invoice yang belum dibayarkan PT. IES kepada Perusahaan mereka itu yakni untuk bulan Agustus, September dan Oktober yang nilainya berkisar Rp61 juta lebih.

"Jadi yang belum dibayarkan itu untuk gaji mereka di bulan Oktober," sebutnya lagi.

Tito Purnama, selaku Perwakilan PT. IES menyampaikan tidak tau menahu terkait gaji keempat orang sekuriti tersebut. Menurutnya mereka adalah pihak ketiga.

"Udah gajian apa belum, kami tidak tau," ujar Tito saat dihubungi melalui selulernya.

Ditanya terkait Invoice keempat orang security yang belum diterima PT. TGP, sehingga gaji keempat orang security itu belum terealisasikan, Tito menyebutkan itu diproses di perusahaan pusat. Dia pun sedang menunggu pencairan dari kantor pusat.

Lebih lanjut Tito memaparkan dia tidak tahu menahu bagaimana proses pembayaran PT. IES kepada PT. TGP, sebab semua pembayaran termasuk invoice sekuriti itu pun tidak melalui dia, melainkan dari PT. TGP langsung ke kantor Pusat yang berada di kota Semarang.

Tito mengakui memang ada keterlambatan pembayaran invoice dari PT. IES kepada PT. TGP, namun PT. IES sudah mengirimkan surat permohonan maaf dan konfirmasi keterlambatan pembayaran tersebut kepada PT. TGP.

"Ya pak, seperti yg saya jelaskan, untuk penggajian karyawan PT. TGP, baik yg ditempatkan di lokasi kami maupun di tempat lain, saya kurang tahu karena itu internal di PT. TGP," ulasnya.

Diketahui, keempat orang sekuriti tersebut sebelumnya sempat melakukan aksi demo pada 6 Oktober 2022 lalu di depan PT. IES untuk mendapatkan hak mereka. Namun sampai saat ini mereka belum juga mendapatkan gaji bulan Oktober 2022 mereka tersebut.(Raf)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini