Suka Duka Pengasuh Rumah Panti Asuhan Getsemani

Redaksi Redaksi
Suka Duka Pengasuh Rumah Panti Asuhan Getsemani
fin/riaueditor.com

PEKANBARU - Berdiri sejak 2002 silam, penghuni Rumah Panti Asuhan Getsemani datang pergi silih berganti. Guna mengetahui latar belakang berdirinya panti, wartawan (wtw) berkesempatan mewawancarai pengasuh, Yusman Halawa (YH). Berikut petikannya.

Wtw : Kalau boleh tahu seperti apa latar belakang anak-anak panti yang bapak asuh saat ini ?

YH : Disini ada berbagai latar belakang. Ada yang orang tuanya meninggal dan ada pula yang karena orangtuanya nggak punya pekerjaan. Jadi mereka kewalahan membiayai. Mereka serahkan ke kita dan kita tolong. Kemudian ada juga anak terlantar akibat perceraian orangtua.

Wtw : Sejak kapan bapak mengurus anak-anak terlantar ?

YH : Sejak tahun 2002. Waktu itu sifatnya masih pribadi aja. Ada 5 atau 6 orang yang kita asuh. Akhirnya lama-lama ya, bertambah juga. Terus ada kawan-kawan kita juga yang mendukung sehingga bertambah banyak.

Wt: Apa yang bapak dapatkan dari mengurus anak-anak terlantar seperti ini ?

YH: Sebenarnya bukan apa yang didapatkan. Tetapi karena kita merasa bahwa saya juga hampir seperti mereka dulu. Dulu saya itu dari keluarga yang susah, sehingga untuk sekolah saya harus berjualan asongan sampai SMP. Jadi waktu itu saya sempat berkomitmen kepada Tuhan.

"Tuhan kalau saya bisa melewati semua ini saya mau mengumpulkan anak-anak yang seperti saya. Walaupun dalam perjalanan waktu sempat terlupakan".

Dan akhirnya di 2001 kami terlibat dalam mengajar sekolah minggu di kebun kebun sawit. Jadi waktu sekolah minggu itu kebetulan orang kita Nias yang banyak. Kami memberi bahan, bahan sekolah minggu. Membacanya ada yang terbalik. Jadi kami tanya, ini terbalik cara megangnya. Terus dijawab, saya nggak tahu membaca katanya.

Padahal lanjut YH, kalau ditinjau dari usia sudah usia sekolah. Jadi waktu itu kami tanya beberapa orang lainnya. Ternyata mereka nggak sekolah. Sehingga muncul ide, bagaimana kalau kita ajar baca tulis. Jadi kami ajar baca tulis sekali seminggu sebelum sekolah minggu.

Wtw: Bagaimana bapak membiayai anak-anak ini hingga bisa bersekolah formal ?

YH : Iya, di awal-awal pertama itu dari pribadi. Kemudian ada kawan-kawan yang ikut mendukung. Terus lama-lama ada organisasi yang mendukung dari yayasan kawan. Nah, sekarang kita punya yayasan Getsemani Berkat Indonesia. Merekalah yang banyak berperan membantu.

Wtw: Makan tidur kan mereka habiskan saban hari disini. Bagaimana dengan fasilitas di Rumah Asuhan Getsemani ?

YH : Ruangannya ada 6 kamar, satu ruangan diisi 4 orang. Di setiap kamar ukuran 3 x 4 meter itu ranjang bertingkat.  

Wtw: Apa yang bapak harapkan dari pengasuhan anak-anak terlantar ini ?

YH: Iya, yang pertama didoakan. Kalau bisa ada lagi panti asuhan. Artinya kalau ada komunitas - komunitas yang memungkinkan, ya dirikan saja. Ini akan kita sama-sama mengerjakan. Karena kalau satu tempat saja, juga tidak memungkinkan. Sehingga kita bisa saling berbagi informasi, bisa saling tolong-menolong. Ketika misalnya ada yang sedang berat, mungkin yang satu lagi berlebih bisa membantu.

Wtw: Selama bapak mengelola panti ini pernah enggak dapat bantuan pemerintah ?

YH: Kalau secara secara resmi dari pemerintah belum pernah. Hanya sering seperti misalnya, ada natal BUMN atau Swasta. Iya itu kita diberi bantuan.

Wtw: Pernah enggak mengajukan proposal bantuan ke pemerintah dalam hal ini Dinas Sosial?

YH: Kami tidak ada mengajukan karena prinsip kami semua dimulai dari Tuhan. Maka Tuhan memelihara. Jadi kita biarkan Tuhan yang menggerakkan hati semua orang. Jadi kalau kita hanya meminta-minta seperti itu, kita sudah diberi oleh Tuhan. Dan sampai sekarang puji Tuhan kita tidak kekurangan.

Wtw: Kendala apa saja yang bapak hadapi selama mengasuh anak panti ?

YH: Ada banyak rintangan. Yang pasti kita harus sabar. Ya, yang namanya berjuang bersama anak-anak kelakuannya berbeda-beda. Kita harus berjuang untuk memahami sifat satu dengan yang lain gitu. Biasanya kita akan menghadapi banyak kendala di saat usia pubertas. Ketika di SMP itu biasanya timbul protes-protes dan jiwa-jiwa pemberontakan.

Wtw: Berapa orang yang mengasuh panti ini?

YH: Masih saya dan isteri, kami berdua saja.

Sebagaimana diketahui, Panitia Natal Wartawan (PNW) Riau 2020 menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) di Panti Asuhan Getsemani, Jalan Yos Sudarso KM 21 Muara Fajar Rumbai Pekanbaru, Rabu (23/12/20).

Dalam kegiatan Baksos yang dipimpin Ketua PNW Riau 2020, Jinto Lumbangaol, menyerahkan santunan dan sejumlah paket sembako sebagai wujud kepedulian terhadap sesama. (fin)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini