Rima, 14 Tahun Menahan Sakit Mata

Redaksi Redaksi
Rima, 14 Tahun Menahan Sakit Mata
anje/riaueditor.com
Rima selama 14 tahun menanggung rasa sakit pada mata kanannya.
SELATPANJANG, riaueditor.com– Rima sepintas terlihat sama seperti manusia biasa. Wajahnya ayu, berkulit putih. Meskipun memiliki paras wajah yang ayu, gadis 14 tahun ini memiliki kelainan pada bola mata sebelah kanan. Ukurannya bola matanya tidak seperti anak-anak seusianya. Meskipun memiliki kekurangan, namun Rima anak ke 7 dari pasangan Junaidi dan Lisna, warga jalan Mahmud, Selatpanjang, tetap percaya diri.
 
Derita yang dialami Rima berawal sejak anak itu diusia 8 bulan, kala itu Rima lagi menyusui dalam pangkuan ibu Lisna. Namun, naas tak dapat ditolak, sebilah bambu kecil dengan keras mendarat diwajah Rima tepat di mata sebelah kanannya. Seketika Rima kecil pingsan tak sadarkan diri. Setelah sadar, kelihatan bola mata Rima membengkak dan memerah, sejak itulah mata Rima mengalami sakit.
 
"Waktu saya lagi menyusui Rima, anak laki-laki saya sedang bermain buluh, entah bagaimana, tiba-tiba tanpa sengaja besutan buluh tersebut mengenai mata Rima. Saya sempat panik karena Rima pingsan setelah kena pukulan buluh tersebut. Kami sempat berikan perawatan dengan membawa Rima ke dokter, matanya yang bengkak dan memerah perlahan sembuh. Kami pikir tidak terjadi apa-apa pada mata Rima, namun sejak itu Rima sering menangis dan mengeluhkan sakit pada matanya," tutur ibu Lisna (48), bunda kandung Rima.
 
Rima yang saat ini duduk di kelas 1 SMP Negeri 4 Selatpanjang itu, sering keluhkan kesakitan jika terlalu banyak beraktifitas dan bila salah makan.

"Biasanya kalau terlalu banyak bergerak aktif pasti nantinya Rima merasa sakit. Makanya saya melarang dia ikut kegiatan olahraga. Memang dia ingin sekali belajar karate dan main volley tapi saya larang. Selain itu Rima juga tidak bisa makan daging ayam dan telur ayam. Tapi Rima memang hobi makan daging ayam, sesekali dia curi-curi makan itu, setelah itu pasti dia menangis kesakitan," ungkap ibu Lisna.
 
Ibu Lisna menjelaskan, pandangan mata sebelah kanan Rima mulai kabur, semakin lama pandangannya semakin tidak terlihat. Upaya untuk menyembuhkan Rima mereka lakukan dengan membawa Rima ke RSUD Bengkalis dan RSUD Pekanbaru, namun tak membuahkan hasil.
 
"Kami sudah membawa Rima ke Bengkalis dan Pekanbaru. Awalnya berharap Rima bisa melihat sempurna. Tapi terakhir harus dokter di RSUD Pekanbaru mengatakan bola mata Rima tidak bisa disembuhkan, satu-satunya jalan harus operasi dan menggantikan dengan bola mata palsu. Tapi waktu itu, di Pekanbaru tidak ada operasi tersebut, kamipun pasrah. Kami tak berharap Rima bisa melihat sempurna tapi harapan kami cuma Rima tidak kesakitan lagi," ucap Junaidi (48), ayah kandung Rima, yang sehari-hari bekerja sebagai penjual kayu cerocok itu. (je)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini