Perda Parkir Dianggap Kapitalis, Armilis: Jangan Pilih Pemimpin Tidak Pro Rakyat

Redaksi Redaksi
Perda Parkir Dianggap Kapitalis, Armilis: Jangan Pilih Pemimpin Tidak Pro Rakyat
Armilis Ramaini SH
PEKANBARU, riaueditor.com - Peraturan Daerah (Perda) Parkir yang disahkan beberapa waktu lalu terus menuai kritikan dan dianggap penyebab konflik. Pengamat hukum Pekanbaru, Armilis Ramaini SH getol menyatakan ketidaksetujuannya dan kecewa atas Perda Parkir tahun 2015.

"Wako tidak meninjau dari segala aspek, baik itu aspek teoritis, aspek sosial dan aspek ekonomi. Saya minta masyarakat jangan pilih lagi pemimpin yang tidak pro rakyat," kata Armilis ketika dikonfirmasi, Selasa (10/11).

Menurut Armilis Ramaini, kenaikan tarif parkir yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengacu ke arah kapitalis. Hal itu, dilihat Armalis lewat pernyataan Walikota Pekanbaru yang kerap menyatakan lihat Singapura.

"Saya melihat Wako terlalu banyak berkunjung ke luar tanpa melihat perbandingannya. Sudahkah fasilitas yang diberikan oleh Pekanbaru, seperti yang diberikan Singapura?," tanya Armilis.

Tidak sampai di situ, Armilis juga menjelaskan Perda Parkir tahun 2015 bertentangan dengan udang-undang keteraturan sehingga mengusik ketidakadilan bagi masyarakat.

"Contoh, orang mau beli gorengan yang harganya cuma seribu, masa mesti bayar parkir empat ribu, itu kan tidak cocok," ulasnya.

Armilis menambahkan Pemko kurang memberi ruang kepada PKL (Pedagang Kaki Lima), hal itu bisa dilihat dari slogan Kota Pekanbaru mementingkan invenstor ketimbang PKL yang kurang mendapat perhatian dari Pemko.

"Pemko tidak selektif dalam memberikan izin mall, tempat hiburan. Hanya syarat-syarat amdalalin itu saja tanpa kajian mendalam sementara PKL dibiarkan alias tak diurus," cetusnya.

Jika persoalan parkir di perwakokan dan masuk ke dalam lembaran daerah, Armilis menilai sebagai warga Pekanbaru, hal pertama yang akan dilakukannya yakni menggugat secara konstitusional. "Kita akan lakukan gugatan menyikapi persoalan perda parkir ini," ungkapnya. (eza)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini