Panti Pijat Kian Menjamur, Camat 50 Akan Lakukan Pendataan

Redaksi Redaksi
Panti Pijat Kian Menjamur, Camat 50 Akan Lakukan Pendataan
ilustrasi
PEKANBARU, riaueditor.com– Bisnis prostitusi bertopeng panti pijat dewasa ini, makin marak di Kota Pekanbaru. Salah satunya di wilayah Kecamatan Limapuluh. Sementara pihak Kecamatan mengaku, sejauh ini belum mengetahui jumlah panti pijat di wilayahnya.

Hal ini terungkap kala riaueditor.com mengkonfirmasi Camat Limapuluh, Erisman Boestamam, Rabu (8/10). " Saya ndak tahu berapa jumlah panti pijat yang beroperasi disini. Sebab, yang mengeluarkan izin BPPT", ujarnya.

Erisman mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan masyarakat yang merasa resah atas keberadaan panti pijat tersebut. " Kalau ada laporan masyarakat, tentu kita tindaklanjuti", ujarnya.

Meski demikian lanjut Erisman, pihaknya dalam waktu dekat ini akan melakukan pendataan. Bukan saja soal keberadaan panti pijat, melainkan hal-hal yang dinilai berpotensi bisa menimbulkan aksi kriminal.

Untuk mewujudkan hal itu, ucap Erisman, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan pertemuan dengan Kapolsek, tokoh masyarakat, RT/RW se-Kecamatan Limapuluh guna membahas masalah tersebut.

Begitu juga soal keberadaan warung di pinggir jalan yang dinilai mengganggu arus lalulintas, nantinya akan dibahas dalam pertemuan tersebut, imbuh Erisman.

Sementara itu, pantauan riaueditor.com di lapangan, praktek prostitusi bertopeng panti pijat ini menjadi keresahan tersendiri bagi sebagian masyarakat. Pasalnya, keberadaan panti pijat ini berada di tengah-tengah pemukiman warga. Seperti di Jalan Lokomotif dan Jalan Kampar. Bahkan, di Jalan Tanjung Datuk terdapat sebuah panti pijat yang jaraknya tidak sampai 50 meter dari Kantor Lurah Pesisir. (fin)
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini