Khalid: Konsep Pekanbaru Metropolitan Madani Jangan Ambigu

Redaksi Redaksi
Khalid: Konsep Pekanbaru Metropolitan Madani Jangan Ambigu
Muhammad Khalid Tobing
PEKANBARU, riaueditor.com - Walikota Pekanbaru Dr. Firdaus, ST, MT, dalam beberapa bulan belakangan membuat terobosan dengan mengemukakan konsep pembangunan Kota Pekanbaru, yakni Pekanbaru sebagai Kota Metropolitan Madani. Dalam konsepnya, Walikota menjalankan berbagai program islami, seperti Sekolah Mengaji dan Magrib Mengaji.

Kendati program ini telah berjalan, konsep baru Firdaus ini masih mendapat berbagai kritikan tajam dari beberapa pihak. Pekanbaru madani yang digemborkan ternyata dalam pelaksanaannya tidak berbanding lurus dengan kenyataan yang ada. Tempat hiburan yang menjadi pusat maksiat seakan bebas beroperasi persis di jantung Kota Bertuah ini.

Menanggapi hal itu, Front Pembela Islam Kota Pekanbaru menilai masih lemahnya political will Pemko Pekanbaru dalam menjalankan konsep tersebut. Tidak terlihat adanya keseriusan dari Walikota Firdaus untuk menjalankan program yang digagasnya sendiri.

"Dalam konsep ini, kita sangat setuju dan sangat sejalan, yakni melaksanakan amal maaruf. Namun sayangnya, ketika anak-anak kita sedang mengaji, baik di sekolah dan di rumah saat Magrib, persis di jantung kota ini justru menjadi ajang perbuatan maksiat, dan itu izinnya dikeluarkan oleh pemerintah daerah kita," sebut Muhammad Khalid, Sekretaris FPI Kota Pekanbaru.

Kata Khalid, hal seperti ini sebenarnya yang sangat disayangkan oleh FPI Pekanbaru. Bahkan lebih kritis lagi, FPI menilai konsep Pekanbaru Kota Metropolitan Madani ini hanya sebatas jargon kosong yang dijalankan setengah hati.

"Sebut saja tempat-tempat hiburan yang berada di tengah-tengah Kota Pekanbaru. Bahkan beroperasi hingga pagi. Ini jelas-jelas tidak sejalan dengan konsep Madani yang dikoarkan Pemko. Bahkan bertahun-tahun juga usaha ini menabrak peraturan daerah, yakni terkait jam operasional yang diizinkan. Kita sangat mempertanyakan hal ini," tegas Khalid lagi.

Ini belum lagi ditambah dengan menjamurnya pusat-pusat karaoke di setiap sudut kota yang sama sekali bertabrakan degan identitas Melayu yang Islami.

Dijelaskan, FPI sendiri tidaklah anti dengan perkembangan zaman dan investasi. Namun pemerintah hendaknya menyaring dengan baik bentuk investasi yang pasti akan merusak umat, terlebih lagi di negeri Melayu yang berlandaskan Islam ini.

"Jangan sampai orang-orang tua marah dengan kepemimpinan saat ini," tegas Muhammad Khalid lagi.(and)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini