Pemkab Siak Akan Gelar Sedekah Bubur Asyuro

Redaksi Redaksi
SIAK, riaueditor.com- Pemkab Siak akan menggelar Sedekah Bubur Asyuro bersama masyarakat kabupaten Siak pada besok Minggu (2/11). Hal ini dikatakan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak Drs H Kadri Yafis M.Pd melalui Kabid Kebudayaan H Said Muzani SH, Jumat (31/10).

Menurut Muzani, Sedekah Bubur Asyuro semacam tradisi yang dilakulan oleh Raja-raja Siak mulai dari raja ke 11 pada pertengahan abad 18 M. Menurut sejarah sedekah bubur Asyuro ini lebih populer pada zaman pemerintahan raja ke 12 yakni raja Sultan Syarif Kasim II raja terakhir kerajaan Siak. Namun seiring perkembangan zaman kegiatan ini hilang pada periode tahun 80-an.

"Berangkat dari catatan sejarah inilah Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Bidang Kebudayaan) kembali melaksanakan kegiatan perjamuan di istana Sultan Siak dengan acara sedekah bubur assyuro," katanya.

Dikatakan Muzani, Kegiatan ini digagas dengan tujuan yang sama pada masa kesultanan Siak terdahulu yakni dalam rangka memeriahkan tahun baru Islam bulan Muharram 1436 H.

"Acara ini merupakan warisan budaya yang dulu pernah ada dimasa pemerintahan kerajaan Siak yang pelaksanaannya pada 10 hari bulan Muharram," Jelas Muzani.

Tak hanya itu, kebiasaan Sultan-sultan lainnya pada bulan Muharram ini adalah berpuasa sunnah dan berbuka dengan menikmati hidangan Bubur Asyura.

"Dahulu konon dibuat pada petang hari untuk berbuka puasa sunnah 10 Muharram. Selepas acara sultan bersedekah," terang Muzani.

Muzani menambahkan, agenda sedekah bubur ini kita sesuaikan dengan waktu dan keadaan zaman, yang akan kita buat pada siang harinya dan sekaligus diisi acara tausiah, katanya.

Disamping itu, acara ini akan diawali dengan pawai Muharram keliling kota Siak yang diikuti MDA se kecamatan Siak berjumlah 900 orang dengan rute dari Istana Siak menuju ke Balai Kerapatan Raja dan kembali ke Istana lagi.

"Untuk itu kita berharap kegiatan ini  menjadi kalender tetap pada bulan Muharram setiap tahunnya dan Insyaallah tahun depan akan kita tingkatkan dengan kegiatan yang dimulai malam tanggal 1 Muharram hingga 10 Muharram dengan kegiatan "Semarak sepekan Bulan Muharram" yang diisi dengan berbagai macam kegiatan budaya religi dan bisa dimasukkan ke kalender pariwisata dengan agenda Budaya wisata religi. Hal ini bertujuan agar kegiatan Bubur Asyuro ini tetap ada dan terpelihara sepanjang masa," ungkap Muzani.(adi/man)

Tag:

Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini