Hujan dan Aku

Redaksi Redaksi
Hujan dan Aku
Foto : Istimewa

Puisi "Hujan dan Aku" karya Devi Rovina ini meraih piagam penghargaan 20 besar puisi terbaik dalam event puisi hujan yang diselenggarakan oleh Komunitas Puisi Indonesia dari tanggal 7 September hingga 20 September 2020.

Simak!! puisi berikut ini;

Hujan Dan Aku

Oleh : Devi Rovina

Pernahkah Kau berlari mengejar hujan? 

Aku pernah! 

Ketika terdengar deru airnya mengucur di kejauhan

Berpacu bersama sebaya ke sana

Gelak tawa tak hiraukan mereka

Yang memandang dengan berkerut rupa

Pernahkan Kau bermain bersama hujan? 

Aku pernah! 

Ketika derasnya menimpa seng rumah

Bergegas keluar merindui basahnya

Senang riang tak pedulikan siapa

Yang memandang dengan gelengan kepala

Pun ada yang tersenyum menyetujuinya

Pernahkah Kau berteduh menunggu hujan? 

Aku pernah! 

Ketika tetesnya tak kuperkenankan menyentuhku

Berhenti sejenak menghindari basahnya

Resah gelisah tak redakan hati

Yang degupnya semakin gemuruh

Pun gerutu ikut meneriakkan

Telat sudah menyatukan rinduku di sana

Pernahkah Kau berseri memandang hujan? 

Aku pernah! 

Ketika butirannya menitik ke daunan

Bergulir jatuh membasuhi tanah

Syahdu rindu menikmatinya

Yang mengembalikan ingatanku padamu

Pun menerawangkan sepenggal sejarah kita

Tiada duanya romansa itu

Dan telah kuabadikan bersama hujan dan aku. 

Di Bilikku,  08092020


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini