Bupati: Budaya Melayu Benteng Generasi Muda Hadapi Tantangan Globalisasi

Redaksi Redaksi
Bupati: Budaya Melayu Benteng Generasi Muda Hadapi Tantangan Globalisasi
img.net
MEMPURA, riaueditor.com- Budaya Melayu menjadi kearifan lokal dan adat istiadat yang diwariskan turun temurun, dapat menjadi benteng generasi muda dalam menghadapi tantangan globalisasi. Sebab itu, sangat perlu menyeimbangkan pola pendidikan umum yang diajarkan di sekolah-sekolah.

"Dengan pendidikan Melayu yang bernafaskan nilai-nilai Islam, terutama bagi siswa dan peserta didik akan dapat membentengi dirinya dari hal-hal yang negatif," kata Bupati Siak Drs. H. Syamsuar, M.Si akhir pekan lalu saat meresmikan pembukaan Festival Seni Tradisional di SMPN 1 Mempura.

Dikatakan Bupati, pembangunan kebudayaan Melayu tidak bisa kita abaikan. Jika tidak diperhatikan, maka akhlak generasi muda bisa saja hancur oleh tantangan globalisasi tersebut.

Untuk hal ini, Pemkab Siak telah mempersiapkan grand design pengembangan kebudayaan Melayu sebagai acuan arah pembangunan daerah. Sebagai daerah yang berazam menjadi pusat budaya Melayu di provinsi Riau dan Indonesia, Siak harus punya konsep yang jelas dalam membangun masyarakat berbudaya, termasuk dalam hal pendidikan generasi muda yang tidak bisa lepas dari nafas dan nilai-nilai budaya.

Kepada seluruh insan pendidik dan pengajar, Bupati berpesan agar dalam menjalankan tugas tidak hanya mengenalkan kebudayaan kepada siswa-siswi saja, akan tetapi para pendidik harus juga mengajak dan mendidik siswa-siswinya untuk menghayati nilai-nilai kearifan lokal yang ada dalam budaya.

Bupati sendiri menyambut baik dilaksanakannya kegiatan bernuansa budaya ini. Diharapkannya juga para guru menanamkan penghayatan nilai kearifan budaya Melayu kepada anak didiknya. "Seperti sastra Melayu Gurindam Dua Belas yang sarat dengan tunjuk ajar dan nasehat," kata Syamsuar.

Festival Seni Tradisional di SMPN 1 Mempura ini sendiri dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun SMPN 1 Mempura ke-17. Festival ini ditaja oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMPN 1 Mempura.

Kegiatan yang mengandalkan pendanaan mandiri ini terlihat cukup diminati. Tidak kurang dari 300 siswa tingkat SMP se kabupaten Siak ambil bagian dalam kegiatan ini.

Ada lima cabang yang diperlombakan dalam festival seni tradisonal ini, seperti lomba penampilan syair Gurindam Duabelas, lomba tari zapin tradisional, lomba pantun buka pintu, lomba aksara arab Melayu, dan lomba kesenian Melayu rebana.

Kedatangan Bupati Siak yang membuka acara ini mendapat antusias tinggi dari siswa. Sejumlah atraksi kesenian lokal seperti senarai kompang dan pencak silat diperagakan oleh pelajar SMPN I Mempura di hadapan Bupati. Bupati Siak juga berkesempatan meninjau stand bazaar yang dibuka panitia.(Adi)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini