SRI MULYONO ikut gerah melihat ribuan Pekerja Harian Lepas (PHL) yang banyak men- dapat perlakuan tidak adil. Mereka bekerja di sejumlah institusi swasta dan pemerintah di lingkungan pemerintah Kota Pekanbaru.
Saat para pegawai lain menerima gaji dan tunjangan setiap bulan, para PHL yang berasal dari ragam usia, terkadang harus menunggu lama. Jika sumber gajinya dari APBD dan APBD belum bisa dipakai, maka dapat dipastikan mereka akan menunggu lama baru menerima gaji.
"Bayangkan saja, jika APBD baru bisa digunakan April, bahkan terkadang Mei, maka rentang waktu itu pula, mereka tidak pegang uang dan harus pinjam sana sini, walaupun akhirnya nanti dirapel," ujar Sri Mulyono dalam sebuah perbincangan ringan.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan itu tidak bisa ter- lepas dari besarnya peran PHL. Kondisi ini jelas tak bisa dinafi kkan. "Maka jangan sepelekan para PHL itu, sebab mereka punya andil tersendiri terhadap pembangunan," kata pria yang biasa disapa mas Mul ini.
Pria kelahiran Pekanbaru, 19 Oktober 1966 ini punya hasrat besar memperjuangkan hak-hak kaum pekerja lepas yang saat ini masih termarjinalkan. "Keberadaan mereka (PHL) cukup ramai sekali. Itu artinya tenaga mereka sangat dibutuhkan. Ada yang di instansi pemerintah dan tidak sedikit di kantor swasta, tapi sayang, mereka kurang mendapat perhatian, kendati tenaganya amat dibutuhkan," beber suami dari Retno Dewayanti ini.
Di antara instansi yang menggunakan jasa PHL ada- lah Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pekanbaru. Walaupun PHL, tapi keberadaan mereka dinilai cukup sentral. "Bayangkan bagaimana wajah kota ini andai mereka mogok kerja satu hari saja. Sudah ba- rang tentu sampah bertebaran dimana- mana," ungkap Sri Mulyono sembari menambahkan perolehan Piala Adipura taklepas dari kerja keras PHL ini.
Bertolak dari keadaan tersebut, ia bertekad memperjuangkan peningkatan pelayanan pemerintah terhadap para pekerja PHL, agar hak-hak dasar mereka terpenuhi seperti insentif yang mesti mereka terima setiap bulannya.
"Semua terpulang pada kemauan. Kalau saja pemerintah dan wakil rakyat yang ada di DPRD Kota Pekanbaru dan DPRD Provinsi Riau mau memperjuangkan insentif PHL untuk dibayarkan tepat waktu sebagaimana gaji karyawan swasta atau PNS, tentu mereka tidak perlu lagi mengutang beras dan keperluan lainnya ke sana-sini," ungkap Sarjana Muda Akuntansi Universitas Gajah Mada ini.
Sri Mulyono ini memang tengah berjuang menuju kursi DPRD Kota Pekanbaru, lewat Partai PKPI Dapil Kecamatan Sail dan Kecamatan Tenayan Raya dengan nomor urut 6. Untuk itu ia mulai melakukan berbagai persiapan konsep kerja jika mendapat amanah rakyat kelak.
Di antara perjuangan utamanya adalah, memperjuangkan hak-hak PHL yang tidak lagi harus dipandang sebelah mata, dengan back-up payung hukum, semacam peraturan daerah.
Tekadnya ini sejalan dengan misi dan landasan perjuangan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) yang sangat peduli akan kehidupan rakyat kecil dan lemah akibat krisis multi dimensi, yang hingga kini belum sepenuhnya teratasi.
Disinggung motivasinya, menurutnya berkat dukungan masyarakat dari Kecamatan Sail, khususnya warga di Kelurahan Sukamaju yang menghendaki keterwakilan putra kelahiran Kecamatan Sail sebagai wakil rakyat di DPRD Kota Pekanbaru periode 2014-2019.
"Dukungan tersebut disambut positif keluarga besar dan sahabat-sahabat saya, baik yang ada di Kecamatan Sail maupun di Kecamatan Tenayan Raya," katanya. (*)
DIMATA PARA TOKOH
Ustadz Ahmad Sujoko
Pembina Majelis Dzikir Al Muqorrobin Provinsi Riau
Sosok Jujur dan Ikhlas
SEBAGAI seorang sahabat dan saudara seiman, saya melihat beliau memiliki budi pekerti yang baik, jujur dan ikhlas. Saya juga senang dengan sosok mas Mul yang apa adanya, tidak pernah mengada-ngada, dan alhamdulillah kita bangga mengenalkannya pada masyarakat.
Saya juga sangat mendukung tekad dan motivasi beliau ingin mengembangkan keahlian masyarakat dalam rangka terciptanya sumberdaya manusia yang madani.
Pesan saya kepada beliau terus tingkatkan ukhuwah Islamiyah, Basyariah dan Saptoniah, salah satunya untuk memotivasi diri kita agar tetap konsisten di jalan yang benar. (*)
Muhammad Taufik
Pengurus Masjid Al Istiqlal
Jalan Husni Thamrin - Kelurahan Sukamulya
Bicara Apa Adanya
Beliau sudah berpengalaman dan sudah lama berkecimpung di organisasi kepemudaan maupun kemasyarakatan di lingkungan kelurahan Sukamaju ini.
Disamping itu beliau juga sosok yang tidak pernah meninggi dan bicara apa adanya. Mas Mul ini juga orangnya tidak memilih dalam berteman dan sosok yang sangat dibutuhkan kehadirannya di lingkungan sini. Tanpa beliau rasanya belum lengkap.
Untuk itu kami masyarakat Kelurahan Sukamaju atau Gobah umumnya sangat membutuhkan sosok seperti Mas Mul yang akan mewakili aspirasi kami di DPRD Kota nantinya.
Terus terang selama ini kami belum ada wakil rakyat yang berasal dari putra asli kelahiran Kecamatan Sail. Oleh sebab itu kami berharap sekali Mas Mul bisa mewakili aspirasi masyarakat Kecamatan di DPRD Kota Pekanbaru.
Sejak dahulu di Gobah ini sangat terkenal olahraga volly dan bolakakinya. Kami berharap jika beliau terpilih, dapat menghidupkan kembali kegiatan sosial budaya dan olahraga yang lima tahun ini vakum. Hal ini untuk menjauhkan remaja kita dari narkoba dan kenakalan remaja lainnya. (*)
Heri
Ketua Pemuda Kelurahan Sukamaju
Beliau Tempat Kami Mengadu
Saya melihat, Mas Mul memiliki sosial masyarakatnya tinggi. Beliau juga adalah putra jati Kecamatan Sail, yang memiliki kepribadian bagus dan bermasyarakat.
Sebelum mencalon menjadi anggota dewan ini, beliau sudah menjadi tempat kami mengadu dan beliau memang dekat dengan semua kalangan warga, baik kaum muda dan kaum tua. Saya juga melihat tidak ada sisi buruknya selama ini. (*)