Annas Maamun Dimata Suyatno

Dia Guru, Sekaligus Sahabat Bagi Saya

Redaksi Redaksi
Dia Guru, Sekaligus Sahabat Bagi Saya
SUDAH dua periode Suyatno mendampingi H Annas Maamun sebagai pasangan kepala daerah di Kabupaten Rokan Hilir. Sejauh ini keduanya berjalan harmonis. Tak pernah ada selisih paham dan tak pernah terdengar mereka saling tidak bertegur sapa.

Itu artinya, pembagian tugas yang mereka lakukan sepertinya berjalan dengan sangat baik dan sangat proporsional. Kondisi ini tentu layak menjadi contoh bagi kepala daerah lainnya di Indonesia.

Keduanya mungkin sangat paham dengan pembagian tugas antara kepala daerah dengan wakilnya, sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Hebatnya, terkadang Annas Maamun sebagai kepala daerah, tidak selalu menganggap Suyatno sebagai wakilnya dalam menjalankan roda pemerintahan, tapi terkadang diposisikan sebagai teman. Sehingga komunikasi keduanya bisa menyatu tanpa sekat.

Mungkin berbeda dengan kepala daerah lainnya, yang ujung-ujungnya selalu 'pecah kongsi' di tengah jalan. Sebut saja rivalitas Gubernur Riau HM Ruli Zainal dengan wakilnya HR Mambang Mit, termasuk juga saat berpasangan dengan Wan Abubakar saat periode pertama memimpin Riau.

Contoh lainya banyak ditemukan duet pasangan kepala daerah berakhir dengan ketidakharmonisan. Padahal, jika merujuk pada Pasal 25 dan Pasal 26 Undang-undang (UU) No 32 tahun 2004, kondisi itu tak patut bisa terjadi.

Dalam UU No 12 tahun 2008 perubahan pertama UU No 32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah, juga sudah dengan jelas mengatur dengan rinci tugas dan wewenang kepala daerah dan wakilnya.

Aturan inilah yang sangat dipahami oleh seorang Suyatno. Ia sadar betul apa saja kewenangannya sebagai wakil. Untuk itu ia tidak mau bertindak melebihi kapasitasnya. Kondisi ini pula yang membuat Annas Maamun merasa nyaman dengan Suyatno.

Maka tak heran, di mata Suyatno, sosok Annas Maamun tidak semata-mata sebagai kepala daerah, tapi juga dianggap sebagai guru sekaligus sahabat yang luar biasa.

"Bagi saya, Pak Bupati (Annas Maamun) adalah guru sekaligus sahabat serta partner dalam bekerja yang sangat baik. Makanya komunikasi kami dapat berjalan harmonis, bahkan sangat harmonis," ujar Suyatno dalam satu kesempatan.

Berangkat dari komunikasi yang baik itu, keduanya bisa menempatkan diri masing-masing dan penempatan tugas sesuai tupoksinya. Sehingga konsep pembangunan yang sudah dicanangkan, bisa mudah diaplikasikan di tengah masyarakat.

Bahkan, pasangan ini bisa dikatakan sebagai pasangan yang sangat rukun tanpa ada gejolak yang bisa menjadi rivalitas di antara keduanya.

Bahkan banyak tokoh yang memberi pujian khusus terhadap sosok ini, seperti yang diungkapkan oleh Drs H Fahmi Amrie, yang menyebutkan pasangan ini sangat serasi.

"Keduanya bisa menempatkan diri masing-masing. Pak Annas adalah pamong, dan pak Suyatno juga pamong. Jadi mereka bisa menempatkan diri dengan baik dan berkomunikasikan dengan baik pula. Mana tugas Bupati dan mana tugas wakil. Tanpa sama sekali bermaksud mengecilkan peranan
Wakil Bupati," ujar Fahmi. (har/rd)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini