Nasdem Realistis: Ada Kemungkinan Muncul Koalisi Alternatif Usung Anies

Redaksi Redaksi
Nasdem Realistis: Ada Kemungkinan Muncul Koalisi Alternatif Usung Anies
Anies Baswedan saat safari politiknya di Pekanbaru.(Foto: Ist)

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Ahmad Ali, mengungkap kemungkinan adanya koalisi alternatif untuk mengusung Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden (capres).

Nasdem mengaku realistis dalam pengusungan Anies, mengingat Nasdem belum memenuhi ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold sebesar 20 persen.

"Politik itu dinamis, apapun atau bagaimanapun dinamisnya politik itu, di atasnya tidak boleh mengalahkan kepentingan bangsa. Nah, itu yg sebenarnya Nasdem lihat, ketika kemudian ini terhambat dengan persyaratan yang tidak mungkin kita penuhi, tentunya kita harus punya alternatif-alternatif," ujar Ali kepada wartawan, Selasa semalam.

Ditanya lebih lanjut ihwal alternatif yang disampaikannya itu, apakah artinya Partai Nasdem membuka komunikasi dengan partai politik lain di luar Partai Demokrat dan PKS, Ali hanya meminta semua pihak untuk menunggu langkah tersebut. Diketahui, hingga kini Nasdem, PKS, dan Demokrat belum terikat secara resmi dalam satu koalisi.

"Tunggu saja dalam satu atau dua hari ini akan ada cerita ya, ada berita ya. Bisa jadi kita mengambil langkah-langkah lain," jawab Ali.

Meski dikatakan Ali realistis, bukan berarti Partai Nasdem pasrah dengan keadaan tersebut. Walau belum memenuhi presidential threshold, ia menyebut pihaknya sudah menyiapkan berbagai rencana untuk mengusung Anies sebagai capres.

"Sekarang masih menunggu. Apakah kemudian Nasdem dalam menyikapi situasi ini berpasrah, tidak juga. Kalau teman kita punya plan A, B, C, kita juga punya D, E, F, G, kan," ujar anggota Komisi III DPR itu.

Partai Nasdem sendiri tak memasang tenggat waktu untuk pendeklarasian koalisi, mengingat pendaftaran pasangan capres-cawapres baru dibuka pada Oktober 2023. Jelasnya, tentu ada kepentingan partai yang harus dipikirkan untuk menghadapi kontestasi nasional pada 2024.

"Sekarang Nasdem tentunya juga harus melihat kepentingan partai ini ke depan, karena undang-undang mengatur bahwa semua parpol wajib untuk mendukung paslon ya begitu. Kita tidak mau di ujung sudah terjadi koalisi, kita jadi hantu gentayangan," ujar Ali.

Sumber: republika

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini