Bawaslu Riau Gelar Coffe Morning Bersama Media

Redaksi Redaksi
Bawaslu Riau Gelar Coffe Morning Bersama Media
Coffe morning Bawaslu Provinsi Riau bersama insan pers bertajuk Efektivitas Publikasi dan Pemberitaan Menangkal Informasi Hoax Selama Tahapan Kampanye Pemilu 2024 di Hotel Royal Asnof Pekanbaru.(Foto: Andi/riaueditor.com)

PEKANBARU - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau menggelar coffe morning bersama puluhan awak media di Pekanbaru. Kegiatan berlangsung si Royal Asnof Hotel Pekanbaru, Selasa (23/1/2024).

Kegiatan coffe morning ini mengambil tajuk Efektivitas Publikasi dan Pemberitaan Menangkal Informasi Hoax Selama Tahapan Kampanye Pemilu 2024.

Kabag Hukum, Humas dan Data Bawaslu Riau, Dona Donora dalam laporannya menyampaikan, kegiatan ini diisi oleh tiga narasumber. Di antaranya komisioner Bawaslu Divisi Hukum, Humas, Data dan Informasi Amiruddin Sijaya, akademisi Universitas Riau (UNRI) Dr. Hasanuddin dan Mario Abdillah Khair dari Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau.

Hadir juga kabag dan staf Bawaslu Riau serta sekitar 40 orang insan pers yang mengikuti coffe morning.

"Target dari kegiatan ini ialah menekan informasi hoax selama tahapan kampanye berlangsung," terang Dona.

Ketua Bawaslu Provinsi Riau, Alnofrizal, saat membuka kegiatan berpesan agar para rekan wartawan yang tergabung dalam Whatssapp Grup Sahabat Bawaslu Riau agar menghidupkan kembali grup tersebut dengan mengeshare informasi-informasi seputar Pemilu 2024 dan pengawasannya.

Dia berharap dari kegiatan ini nantinya dapat menekan pemberitaan hoax selama tahapan Pemilu 2024.

Komisioner Bawaslu Amiruddin Sijaya dalam kesempatan itu menyampaikan, saat ini pengaruh media sosial sangat luar biasa. Masyarakat sangat mudah mendapatkan berita yang belum pasti kebenarannya.

Masyarakat menelan berita juga berdasarkan opininya, apa yang disukai, bukan berdasarkan fakta.

"Media sangat berperan besar dalam menekan hoax," tutur Amiruddin Sijaya.

Apa yang disampaikan Amiruddin Sijaya juga diamini oleh narasumber Dr. Hasanuddin. Saat ini masyarakat cenderung mempercayai apa yang disukainya dan apa yang menyenangkan baginya.

"Masyarakat tak peduli lagi dengan kebenaran. Emosi, perasaan dan kepercayaan lebih dipentingkan. Ini sangat mudah ditumpangi hoax," tutur Hasanuddin.

Sesuai tajuk kegiatan, hambatan dalam menangkal hoax salah satunya yakni rendahnya minat masyarakat mengikuti pemberitaan dari sumber terpercaya. Inti dari suburnya hoax adalah karena literasi yang rendah, poilarisasi isu sosial politik dan SARA yang kerap bersinggungan.

Sementara itu, Mario Abdillah Khair yang juga merupakan wartawan senior ini memaparkan kondisi perkembangan media di Riau saat ini. Dengan jumlah media 5640, pertumbuhan pers di Riau sebesar 12 persen menjadi yang tertinggi di Indonesia. Riau adalah barometer media secara Nasional.

Dukungan dari pers di Riau, sebut Mario bisa menangkal hoax selama tahapan kampanye Pemilu 2024.(Andi)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini